Gading Safitri, Penyelamat Karier Sony Dwi Kuncoro
INDOSPORT: Perjalanan karier Sony sempat terpuruk, pasca dicoret dari Pelatnas Cipayung pertengahan 2014 silam. Bagaimana caranya bisa membangkitkan semangat Sony hingga bisa menjadi juara lagi?
Gading Safitri: Dulu pernah ada pelatihnya Sony yang bilang dia itu ibarat mutiara yang tinggal gosok sudah jadi indah. Selama di Pelatnas dulu, Sony masuk peringkat 18 dunia. Tapi begitu dikeluarkan, ia down dan peringkatnya melorot jauh. Saya pun meminta Sony untuk menerima keadaan.
Saya mengajak Sony bangkit pelan-pelan untuk kembali bermain bulutangkis. Mulai dari nol lagi. Benahi feeling main Sony yang hilang sama sekali. Tidak mudah memang, karena Sony yang dari pemain kaliber dunia malah harus mengikuti level Sirnas. Pernah kalah dengan pemain klub.
INDOSPORT: Dengan pernah kalah melawan atlet di level Sirnas, apa tidak membuat Sony malah makin terpuruk?
Gading Safitri: Saya coba bangkitkan semangatnya. Saya katakan padanya pasti bisa melewati semua ini. Tidak apa-apa kalah, nanti berikutnya bisa menang. Itu yang selalu saya tekankan pada Sony selama ini.