Berita mengejutkan datang dari mantan petenis wanita nomor satu dunia, Maria Sharapova yang terpilih menjadi salah satu atlet tenis yang dikirim Rusia ke kompetisi Olimpiade 2016 yang akan berlangsung di Rio De Janeiro, Jumat (27/05/16).
Hal itu jelas mengejutkan karena petenis kelahiran 19 April 1987 tersebut tengah menjalani sanksi skorsing selama empat tahun yang dimulai dari 2 Maret 2016. Hukuman diberikan karena Sharapova terbukti mengkonsumsi doping, yaitu zat Meldonium.

Akibat kasus doping, Sharapova terancam tidak diperbolehkan lagi mengikuti kompetisi tenis.
Keputusan untuk memasukan nama Sharapova ke dalam tim olimpiade pun disampaikan langsung oleh Presiden Federasi Tenis Rusia
"Kami akan tetap memasukan Sharapova ke dalam tim dan akan kami umumkan tanggal 6 Juni mendatang," tegas Shamil Tarpishchev selaku Presiden Federasi Tenis Rusia (RTF) seperti dilansir Mirror.
"Terkait apakah dia akan bermain atau tidak, baru akan diputuskan usai minggu pertama kompetisi Roland Garros (Prancis Terbuka)," paparnya lebih lanjut.

Ajang Australia Terbuka 2016 merupakan kompetisi terakhir yang diikuti Sharapova.
"Namun, bila ia tidak bisa bermain, posisinya akan digantikan oleh petenis Rusia dengan rangking tertinggi," tutupnya
Sharapova sendiri terbukti positif menggunakan zat meldonium usai mengikuti kompetisi Australia Terbuka 2016 pada Januari lalu. Ia pun mengaku bahwa zat tersebut sudah ia konsumsi selama 10 tahun sebagai bagian dari pengobatannya.