Dalam sebuah surat banding yang diajukan ke pihak CAS, Maria Sharapova meminta kepada hakim agar bisa membatalkan atau setidaknya mengurangi hukuman dua tahun yang ia terima.
Sharapova yang dinyatakan positif mengkonsumsi doping dalam zat Meldonium di Australia Terbuka pada Januari lalu, dijatuhi hukuman dua tahun larangan tampil oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) pekan lalu.
CAS mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk mempercepat mengeluarkan keputusan. Kemungkinan besar, keputusan resmi baru akan dikeluarkan oleh CAS pada 18 Juli 2016 mendatang, atau tepatnya menjelang perhelatan Olimpiade Brasil 2016, di Rio De Janeiro.

Jika hukuman dibatalkan, maka Sharapova akan memenuhi syarat untuk bersaing di Olimpiade. Hal itu juga diungkapkan oleh pihak pengacara petenis berusia 29 tahun bahwa Sharapova berharap bisa bermain kembali.
“Maria (Sharapova) berharap CAS mendengar banding yang ia ajukan, agar Sharapova bisa bermain lagi,” kata pengacara Sharapova, John Haggerty.
“Pengadilan ITF menyimpulkan bahwa Sharapova sebenarnya tidak punya niat untuk melakukan hal yang salah, dan Sharapova berpikir hukuman skorsing dua tahun sangat tidak adil keras,” tandasnya.

Maria Sharapova saat menghadapi petenis nomor satu dunia, Serena Williams
Sharapova mulai dilarang tampil dari dunia tenis oleh ITF sejak awal Maret 2016 yang lalu. Normalnya, jika hukuman terus berlanjut maka hukuman itu sendiri baru akan berakhir pada 25 Januari 2018 mendatang.
Hukuman selama dua tahun tersebut akan membuat Sharapova kehilangan 8 turnamen Grand Slam dan juga Olimpiade.