Hendra Setiawan mulai resmi meninggalkan Pelatnas PBSi di Cipayung pada 1 Desember 2016 nanti. Pebulutangkis berusia 32 tahun itu memutuskan untuk melanjutkan karier di dunia tepok bulu sebagai pemain profesional.
Mundurnya Hendra dari Pelatnas PBSI tentu akan berdampak pada peta kekuatan ganda putra Indonesia, di bawah asuhan Herry Iman Pierngadi. Hendra yang terkenal berprestasi saat berpasangan dengan Markis Kido dan Mohammad Ahsan itu sudah memberikan warna di sektor ganda putra Tanah Air.
Bayangkan, sepanjang kariernya di dunia bulutangkis Indonesia, Hendra merupakan pemain hebat. Hendra merupakan pebulutangkis Tanah Air dengan gelar individu terlengkap.
Hendra sudah pernah menyabet 3 gelar juara dunia, 2 kali juara Asian Games (2010 dan 2014), dan juara Olimpiade pada tahun 2008 di Beijing bersama Markis Kido.
Tak hanya itu, Hendra juga berhasil meraih 2 gelar juara Badminton Asia Championship, 3 medali emas SEA Games (2005, 2007, dan 2009), 18 gelar juara Superseries, 4 gelar juara Grand Prix, dan 2 gelar juara Open Turnaments.

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan menjadi pebulutangkis andalan Indonesia di sektor ganda putra.
Saat berpasangan dengan Mohammad Ahsan, Hendra berhasil menyabet 2 gelar juara dunia (2013 dan 2015), 1 kali juara Asian Games (2014), 9 gelar juara Superseries (5 gelar di 2013, 2 gelar di 2014, dan 2 gelar di 2015 ), dan 1 gelar juara Grand Prix (2016).
Melihat pencapaian yang luar biasa tersebut, tentu generasi penerus terutama di sektor ganda putra harus bisa tampil sebagus Hendra/Ahsan. Minimal bisa konsisten mengibarkan bendera Merah Putih di kancah dunia seperti Hendra/Ahsan.
Pasca kepergian Hendra dari Pelatnas PBSI, tentu pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi harus bekerja keras mencari penerus Hendra/Ahsan. Siapa saja pasangan tersebut? Berikut INDOSPORT mengulas dua pasangan yang berpotensi menjadi penerus pasangan ‘emas’ Hendra/Ahsan.