Melihat prestasinya yang gemilang tahun ini, Andy Murray digadang-gadang akan masuk dalam New Year’s Honours List, atau daftar penerima gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris. Gelar "Sir" akan disematkan kepada setiap penerima gelar kehormatan kesatria ini.
Sir Alex Ferguson dan Sir Bobby Charlton adalah contoh paling populer penerima gelar kesatria yang berjasa dalam olahraga Inggris. Sir Alex baru mendapat gelar kesatria pada 1999 saat berusia 58 tahun dan Sir Bobby pada 1994 di usia 57 tahun.
Legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson saat menerima gelar kesatria pada 1999.
Namun, Murray belum merasa nyaman untuk dipanggil sebagai “Sir Andy Murray”. Pasalnya, dalam usianya yang baru menginjak 29 tahun, ia merasa masih terlalu muda untuk dipanggil “Sir”. Ia juga merasa popularitasnya saat ini tidak ada jaminan bisa bertahan lama.
“Tentu saja hal tersebut adalah penghormatan tertinggi yang bisa Anda dapatkan di negara ini. (Namun) Entahlah, saya merasa masih terlalu muda,” ujar Murray kepada Telegraph saat ditanya tentang rumor pemberian gelar tersebut.
"Saya masih muda dan masih banyak hal yang mungkin berjalan tidak sesuai rencana. Saya masih mungkin mengacau dan membuat kesalahan," lanjutnya.
Selebrasi Murray usai kalahkan Djokovic pada partai puncak ATP World Finals 2016.
Meski begitu, Murray tidak menampik bahwa setiap penghargaan yang diterimanya adalah hal yang baik. Sejumlah penghargaan tersebut dianggap sebagai pengakuan akan kerja kerasnya.
“Sekarang saya hanya ingin mencoba apa yang seharusnya saya lakukan, bekerja keras, dan mencapai beberapa hal,” pungkas suami dari Kim Sears ini.
Tahun ini bisa dibilang sebagai tahunnya Murray. Petenis kelahiran Glasgow, Skotlandia, ini telah meraih sembilan gelar juara sepanjang 2016, termasuk Olimpiade Rio, Wimbledon, dan ATP World Finals. Ia juga mantap mengamankan peringkat satu petenis terbaik dunia.