WTA Tour 2017

Kalahkan Konjuh di Final, Lauren Davis Jadi Ratu di Turnamen ASB Classic

Sabtu, 7 Januari 2017 13:45 WIB
Editor:
© Anthony Au-Yeung/Getty Images
Lauren Davis berpose bersama trofi ASB Classic Copyright: © Anthony Au-Yeung/Getty Images
Lauren Davis berpose bersama trofi ASB Classic

Terakhir kali kedua petenis cantik tersebut bertemu adalah tahun 2014 silam, juga di Auckland, Selandia Baru, di mana Davis tumbangkan Konjuh dalam tiga set. Tiga tahun berselang, Konjuh yang berasal dari Kroasia gagal membalas kekalahan dari Davis dengan skor 6-3, 6-1.

Keberhasilan ini disambut suka cita oleh Davis. Ia merasa bahagia dengan gelar pertamanya itu, gelar yang sudah ditunggunya selama bertahun-tahun.

"Ini adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan, bisa memenangi gelar WTA pertama saya di turnamen favorit saya tentu sebuah pengalaman yang tak akan bisa terlupa. Saya sudah menunggu selama bertahun-tahun untuk gelar juara pertama saya," kata Davis usai pertandingan.

Davis memang pantas merasa puas dengan raihan ini. Sebab, tahun kemarin, petenis berusia 23 tahun itu gagal keluar sebagai juara meski sanggup menembus partai final, masing-masing di Washington DC dan Quebec , Kanada.

Sementara Konjuh yang gagal membalas dendam merasa cukup kecewa dengan kekalahan tersebut. Namun demikian, keberhasilannya menembus partai final dianggapnya sebagai langkah yang bagus untuk memulai tahun 2017 ini.

"Tentu saja saya kecewa karena kalah di final, tapi ini bukan cara yang buruk untuk memulai musim baru. Selamat untuk Lauren (Davis), dia bermain luar biasa dan selalu berhasil menempatkan bola dengan baik," kata Konjuh.

Di turnamen ASB Classic 2017, Davis meraih hadiah berupa uang sebesar 226.750 dolar Amerika atau setara Rp3 miliar atas keberhasilannya keluar sebagai 'ratu' di ajang tersebut.