INDOSPORT.COM - Setelah kegagalan di Asian Games 2018, bulutangkis Malaysia kembali jadi sorotan dan kali ini berkaitan dengan taruhan dan pengaturan skor. Bagaimana ceritanya?
Skandal memalukan ini diungkapkan oleh salah seorang pelatih bulutangkis Malaysia seperti yang dilansir New Straits Times. Menurut penuturannya, aktivitas taruhan dan pengaturan skor tersebut melibatkan beberapa pebulutangkis tenar dan mirisnya justru didukung oleh sang pelatih.
Dalam email resmi yang ditujukan untuk Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), pelatih yang tak ingin disebutkan namanya tersebut mempertanyakan sikap badan resmi tersebut terhadap kegiatan taruhan dan pengaturan skor.
Dia juga mengkritik Komite Pembinaan dan Pelatihan (C&T) karena gagal menangani kasus tersebut. Parahnya lagi kegiatan ilegal ini sudah berlangsung lama namun tak pernah tertangani,
"Ini sudah terjadi dalam waktu lama namun orang-orang tertentu di C&T punya urusan lain jadi masalah ini tidak pernah diatasi," papar sosok official misterius tersebut dalam wawancara.
Pemberitaan media Malaysia terkait skandal judi di dunia bulutangkis Negeri Jiran."Saya juga tahu beberapa pemain yang main judi di kasino saat Olimpiade London 2012 namun mereka tidak pernah dihukum karena mereka teman dekat orang C&T."
Masalah ini bukan pertama kali terjadi. Awal tahun ini, Zulfadli Zulkiffli dan Tan Chun Seang terkena hukuman larangan bermain 15-20 tahun dari Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) karena keterlibatan dalam pengaturan skor.
Ikuti Terus Berita Olahraga dan Asian Games 2018 hanya di INDOSPORT.