Buat Video Klip Tanpa Busana, Ini Pesan Serena Williams untuk Kaum Hawa

Selasa, 2 Oktober 2018 11:53 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor:
© Getty Images
Serena Williams di final AS Terbuka 2018 melawan Naomi Osaka. Copyright: © Getty Images
Serena Williams di final AS Terbuka 2018 melawan Naomi Osaka.

INDOSPORT.COM - Serena Williams membuat heboh lagi, bukan karena aksi protesnya di lapangan tenis namun karena membuat video klip dengan menutupi bagian payudaranya. Untuk apa?

Dalam video klip yang diunggah di akun Instagram pribadinya, peraih 23 gelar Grand Slam ini menyanyikan lagu I Touch Myself milik Chrissy Amhplett dari band asal Australia Divinyls yang cukup populer pada tahun 1990-an. 

Ini adalah bagian dari upaya sang petenis untuk menyuarakan pentingnya kesadaran perempuan akan penyakit kanker payudara, yang menjadi salah satu penyakit yang mematikan bagi kaum perempuan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

This Breast Cancer Awareness Month I’ve recorded a version of The Divinyls global hit “I Touch Myself” to remind women to self-check regularly. _ Yes, this put me out of my comfort zone, but I wanted to do it because it’s an issue that affects all women of all colors, all around the world. Early detection is key - it saves so many lives. I just hope this helps to remind women of that. _ The music video is part of the I Touch Myself Project which was created in honor of celebrated diva, Chrissy Amphlett, who passed away from breast cancer, and who gave us her hit song to remind women to put their health first. The project is proudly supported by @BerleiAus for Breast Cancer Network Australia. _ Visit the link in my bio to find out more. #ITouchMyselfProject #BerleiAus #BCNA #DoItForYourself

A post shared by Serena Williams (@serenawilliams) on

Video klip ini dibuat dalam rangka kampanye bulan kesadaran kanker payudara. Perempuan 37 tahun ini mengungkapkan dalam klip tersebut (di mana dia menutupi bagian payudaranya) bahwa dia ingin menyuarakan kepada para perempuan untuk selalu memeriksakan kesehatan mereka agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

"Memang ini di luar jalur, namun saya ingin melakukan sesuatu untuk membantu para perempuan. Masalah kanker ini masalah perempuan lepas apapun warna kulitnya di seluruh dunia. Deteksi dini itu penting karena bisa menyelamatkan nyawa," ujarnya sebagaimana dilansir di berbagai media.

Jika protes Serena terhadap wasit di final Amerika Serikat (AS) Terbuka 2018 menuai hujatan, video klipnya justru menuai pujian karena bisa menginspirasi para perempuan, terutama penderita dan penyintas kanker payudara.

Sang penyanyi asli lagu tersebut pun berpulang pada 2013 akibat kanker payudara sekalipun sempat dinyatakan bebas kanker dua tahun sebelumnya.

Menurut data badan kesehatan dunia (WHO) pada 2018, diperkirakan 627.000 perempuan meninggal dunia akibat kanker payudara yang menyumbang kematian 15 persen dari kematian akibat kanker pada kaum hawa.

Terus Ikuti Berita Sportainment Lainnya Hanya di INDOSPORT