INDOSPORT.COM - Novak Djokovic pernah membuat kaget orang-orang terdekatnya saat mengatakan ingin berhenti bermain tenis karena cedera yang dialaminya. Namun, Djokovic menarik kembali keinginannya yang cukup emosional dan terburu-buru tersebut.
Pernyataan mengagetkan tersebut disampaikan Djokovic awal tahun ini usai menjalani operasi siku di bulan Januari. Pada saat itu, Djokovic mengaku frustrasi lantaran harus mundur dari Australia Terbuka dan Prancis Terbuka.
“Tahun ini, pada awal bulan setelah operasi saya mengalami (level) emosi. Saya mengatakan kalau saya tidak akan bermain tenis lagi dan orang-orang langsung kaget,” ujar Djokovic di acara televisi Da Mozda Ne.
Seperti manusia pada umumnya, petenis asal Serbia tersebut juga merasa tertekan dan sempat patah semangat ketika melihat kariernya seolah sudah tamat. Untungnya, ia segera sadar dan menepis keputusasaannya.
“Pada saat itu, saya tidak yakin apa yang telah saya katakan. Parahnya lagi, saya meragukan kemampuan saya untuk bangkit,” jelasnya.
Pernah berada di situasi yang sulit membuat Djokovic semakin kuat. Kini ia bersyukur telah mengambil keputusan yang benar untuk tidak buru-buru pensiun.
“Saya tidak malu mengenang masa-masa itu. Salah satu bagian diri saya tahu bahwa pasti masih ada kesempatan untuk sukses kembali, meraih Grand Slam dan menjadi juara dunia,” ujar petenis yang hobi mendaki gunung tersebut.
“April tahun ini saya bertemu pelatih-pelatih saya dan menyiapkan strategi. Saya ingin performa saya kembali saat AS Terbuka. Akan tetapi, pada kenyataannya kesuksesan saya datang lebih awal saat saya bermain di final Queen's (Queen's Club Championships),” tambahnya.
Ikuti Terus Berita Sepak Bola dan Berita Sport Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM