Profil Tim Piala Sudirman 2019: Indonesia, Tekad Pulangkan Piala ke Tanah Air

Sabtu, 18 Mei 2019 15:41 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© INDOSPORT
Profil Indonesia di Piala Sudirman Copyright: © INDOSPORT
Profil Indonesia di Piala Sudirman

INDOSPORT.COM - Turnamen bulutangkis beregu dunia, Piala Sudirman 2019, akan segera dihelat di China pada 19 hingga 26 Mei mendatang. 

Sebanyak 12 negara di Grup I bakal saling bersaing memperebutkan gelar juara turnamen beregu paling bergengsi ini. Salah satu peserta di Grup 1 tentu saja adalah Indonesia. 

Sebagai salah satu kekuatan bulutangkis dunia, Indonesia cukup diperhitungkan di turnamen ini. Terutama di masa silam ketika bulutangkis Indonesia mengalami masa kejayaan. 

Indonesia merupakan negara pertama yang menjuarai Piala Sudirman pada 1989 lalu. 

Sayang, gelar itu adalah gelar satu-satunya untuk Indonesia hingga kini. Indonesia kalah bersaing dengan China (10 gelar) dan Korea Selatan (4 gelar) yang memiliki tradisi lebih bagus. 

Pada penyelenggaraan terakhir tahun 2017, Indonesia bahkan gagal lolos dari fase grup. Padahal, di tahun 2015 Indonesia bisa melangkah ke babak semifinal. 

Untuk itu, dengan semangat membawa pulang Piala Sudirman ke Indonesia, tim bulutangkis Indonesia pun memasang target tinggi tahun ini.  

Skuat

Indonesia akan membawa 20 pemain ke Piala Sudirman 2019 dengan rincian 12 pebulutangkis putra dan delapan pebulutangkis putri. 

Indonesia sendiri mampu memboyong skuat terbaik untuk Piala Sudirman tahun ini. Nama-nama beken di nomor ganda putra seperti Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan ikut dibawa. 

Indonesia memang cukup bergantung pada sektor ganda putra karena di nomor ini Indonesia memiliki pasangan peringkat satu dan empat dunia BWF. 

Di sektor tunggal putra, Indonesia bakal mengandalkan Jonatan Christie dan Anthony Ginting. Dua pemain ini masuk ke dalam ranking 10 besar dunia BWF. 

Kepercayaan diri Jonatan Christie tengah tinggi usai sanggup menjuarai New Zealand Open beberapa waktu lalu. 

Tak hanya sektor ganda putra, Indonesia juga memiliki peluang menang cukup bagus pada sektor ganda putri.

Di sektor ini Indonesia membawa pasangan terbaiknya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Greysia dan Apriyani emmang tengah berada di ranking empat dunia saat ini. 

Di sektor tunggal putri Indonesia menyiapkan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. Keduanya memang belum memberikan prestasi maksimal. Namun, saat ini merekalah tunggal putri terbaik yang dimiliki. 

Berikut ini skuat lengkap Indonesia

Putra
1. Jonatan Christie
2. Anthony Sinisuka Ginting
3. Shesar Hiren Rhustavito
4. Kevin Sanjaya Sukamuljo
5. Marcus Fernaldi Gideon
6. Hendra Setiawan
7. Mohammad Ahsan
8. Fajar Alfian
9. Muhammad Rian Ardianto
10. Tontowi Ahmad
11. Praveen Jordan
12. Hafiz Faizal

Putri
1. Gregoria Mariska Tunjung
2. Fitriani
3. Greysia Polii
4. Apriyani Rahayu
5. Ni Ketut Mahadewi Istarani
6. Gloria Emanuelle Widjaja
7. Melati Daeva Oktavianti
8. Winny Oktavina Kandow

Prediksi 

Indonesia dalam turnamen ini akan satu grup dengan Inggris dan Denmark di Grup 1B. Di atas kertas, hanya Denmark lawan yang bisa menyulitkan Indonesia. 

Indonesia pun wajib memenangkan dua laga di grup ini jika tak ingin insiden 2015 terulang. Saat itu Indonesia gagal lolos usai dikalahkan India 4-1 dan menang 3-2 atas Denmark. 

Denmark sendiri tahun ini tidak sedang dalam kekuatan terbaiknya. Pebulutangkis mereka mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir. 

Mungkin sektor yang paling diwaspadai adalah tunggal putra. Mereka memiliki mantan pemain nomor satu dunia, Viktor Axelsen. 

Sementara untuk Inggris, sampai saat ini mereka masih belum bisa melewati kekuatan Indonesia. Indonesia pun diyakini bakal menang mudah. 

Jika tak ada aral melintang, Indonesia seharusnya bisa menjuarai babak grup. 

Tantangan terbesar baru datang di fase gugur. Jika mengamati peta kekuatan bulutangkis dunia saat ini, babak semifinal adalah target paling realistis untuk Indonesia.

Indonesia masih belum mampu menyamai level Jepang dan China sebagai kandidat kuat juara tahun ini. Namun, skenario itu bisa berubah jika China dan Jepang bertemu di babak semifinal. 

Apa Rasanya Paralayang di Puncak Bogor?

Terus Ikuti Perkembangan Bulutangkis dan Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM