INDOSPORT.COM - Wakil bulutangkis Indonesia di sektor ganda putra yang mampu lolos ke final Korea Open 2019, Fajar Alfian, ternyata memiliki data yang salah di situs resmi BWF Badminton.
Pasangan bulutangkis asal Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, akhirnya berhasil melangkah menuju final Korea Open setelah mengalahkan wakil dari China, Li Junhui/Liu Yuchen, dengan skor 27-25 dan 22-20.
Di final sendiri, mereka akan menghadapi wakil dari Jepang, Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, yang pada semifinal mampu menggulingkan wakil dari Korea Selatan, Choi Soi-gyu/Seo Seung-jae, dengan skor telak 21-13 dan 21-14.
Namun, ada hal menarik yang selama ini jarang diketahui banyak orang terkait Fajar Alfian, dimana ternyata ia memiliki data yang salah di Wikipedia. Kesalahan data itu terlihat dari tanggal lahirnya yang bertuliskan 07/03/1996 dan berusia 23 tahun.
Padahal menurut situs BWF Badminton, Fajar lahir pada 7 Maret 1996 yang artinya, saat ini ia sudah berusia 23 tahun. Kesalahan informasi di Wikipedia sendiri memang sering terjadi lantaran laman ini bisa disunting oleh orang lain secara bebas.
Selama menjalani kariernya sebagai pemain bulutangkis, pemuda kelahiran Bandung, Indonesia itu telah beberapa kali meraih gelar juara, seperti pada Swiss Open 2019, Syed Modi International 2018, Malaysia Masters 2018, Chinese Taipei Masters 2016, Indonesia International (2015 dan 2016), dan lain-lain.
Dengan prestasi gemilangnya bersama Muhammad Rian Ardianto, dimana mereka juga mampu mengalahkan jawara Indonesia Open 2019, Japan Open 2019, dan China Open 2019 (Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo) di perempatfinal Korea Open tahun ini, besar kemungkinan Fajar Alfian akan mampu menjadi juara di perhelatan bulutangkis yang berlangsung di Incheon Airport Skydrome, Korea Selatan itu.