Malaysia Open 2020: 20 Tahun Superioritas Tunggal Putra Indonesia Terhenti di Taufik Hidayat

Senin, 30 Maret 2020 14:00 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Lanjar Wiratri
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Penantian 20 tahun tunggal putra Indonesia untuk bisa kembali naik podium di Malaysia Open rupa-rupanya harus kembali terhenti setelah turnamen ini ditunda. Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Penantian 20 tahun tunggal putra Indonesia untuk bisa kembali naik podium di Malaysia Open rupa-rupanya harus kembali terhenti setelah turnamen ini ditunda.

INDOSPORT.COM - Penantian 20 tahun tunggal putra Indonesia untuk bisa kembali naik podium di Malaysia Open rupa-rupanya harus kembali terhenti setelah turnamen ini ditunda akibat virus Corona.

Sudah lama sekali tunggal putra Indonesia tidak berjaya di turnamen Malaysia Open. Setidaknya sudah 20 tahun sejak terakhir kali legenda tunggal putra Tanah Air, Taufik Hidayat yang naik ke podium tertinggi.

Taufik Hidayat sendiri berhasil meraih gelar di turnamen Malaysia Open 2000 usai mengalahkan wakil China, Xia Xuanze dalam pertandingan straight games dengan skor 15–10, 17–14.

Setelah kemenangan Taufik Hidayat di tahun 2000, secara otomatis tidak ada lagi pemain tunggal putra Indonesia yang berhasil meraih gelar di turnamen Malaysia Open sampai dengan tahun 2019 lalu.

Gelar di turnamen Malaysia Open mulai dari tahun 2001 sampai 2019 lalu, didominasi oleh wakil tuan rumah, wakil Denmark dan yang terakhir tentu saja, wakil China.

Dengan terus-terusan absennya tunggal putra Indonesia di podium juara Malaysia Open tentunya menjadi sebuah tanda besar, mengenai masalah apa yang sebenarnya saat ini membelenggu Anthony Sinisuka Ginting dan kolega sampai-sampai belum bisa meraih gelar hingga tahun 219 lalu.

Dan sekarang di edisi 2020, ketika turnamen Malaysia Open harusnya bergelar pada 31 Maret hingga 5 April mendatang terpaksa harus ditunda karena wabah virus Corona yang masih mengkhawatirkan.

Dengan ditundanya turnamen Malaysia Open 2020 maka secara otomatis, penantian tunggal putra Indonesia untuk kembali meraih gelar di BWF World Tour Super 750 ini harus kembali tertunda untuk kesekian kalinya.

IDS Emoticon Suka
Suka
9%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
9%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
5%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
36%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
5%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
5%
IDS Emoticon Marah
Marah
32%