Pemain Junior Pelatnas Ini Ingin Berjaya di Kejuaraan Asia dan Dunia

Rabu, 15 April 2020 00:20 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
© pbdjarum
Pebulutangkis spesialis ganda binaan PB Djarum kelahiran Batam 2003, Rahmat Hidayat. Copyright: © pbdjarum
Pebulutangkis spesialis ganda binaan PB Djarum kelahiran Batam 2003, Rahmat Hidayat.

INDOSPORT.COM - Pebulutangkis junior, Rahmat Hidayat, berharap bisa meraih gela juara di ajang Asia Junior Championships (AJC) dan World Junior Championships (WJC).

Ia juga pemain binaan PB Djarum kelahiran Batam tahun 2003 dan mendapatkan panggilan dari Pelatnas PBSI sejak awal tahun 2020 ini.

Rahmat pun dipercaya bermain di dua sektor sekaligus yaitu ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putra, Rahmat turun bersama rekan satu klubnya, Muhammad Rayhan Nur Fadillah.

Pada tahun 2019, mereka sukses mencatat kejutan dengan menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Lalu di sektor ganda campuran Rahmat masih dipercaya berpasangan dengan Febi Setianingrum.

Tahun 2019 lalu, Rahmat berhasil mencatatkan namanya sebagai pebulutangkis yang berhasil meraih gelar juara terbanyak yaitu 12 gelar. Gelar itu didapatnya bukan hanya dari turnamen nasional tetapi juga di turnamen internasional.

Namun pengakuan Rahmat kepada tim pbdjarum.org bahwa saat ini dirinya berharap bisa juara di turnamen Asia Junior Championships (AJC) dan World Junior Championships (WJC).

"Ya, harapan saya sih bisa jadi juara di AJC dan WJC. Memang nggak mudah sih, apalagi tahun ini baru naik level ke taruna. Pastinya banyaklah yang harus dilatih lagi.,

"Di PBSI ini juga saya masih pemain magang jadi harus bisa memanfaatkan kesempatan dan jangan disia-siakan saja," jelas Rahmat Hidayat.

Meski masih berstatus magang, awal tahun 2020 lalu Rahmat dipercaya bertarung di tiga turnamen Eropa. Beruntungnya di sektor ganda putra, Rahmat dan Rayhan berhasil tembus ke babak final di tiga turnamen itu.

Hanya saja pada pertarungan final di Italia Junior International, Rahmat/Rayhan batal tampil karena dampak Covid-19. Sementara itu, di Ducth Junior International, mereka berhasil keluar sebagai juaranya.

Namun Rahmat/Rayhan belum bisa merebut gelar keduanya dan harus puas hanya sebagai runner-up di German Junior International Grand Prix (GP).

"Dibilang puas ya nggak juga sih, maunya tuh bisa juara juga di German Juniornya. Tetapi kita tetap bersyukur dengan hasil ini. Sekaligus dapat pengalaman dan tambah pengalaman juga,

"Kita bisa lihat kemampuan lawan-lawan juga. Pastinya banyak ya harus diperbaiki ke depannya, khususnya konsinten dan fokus di lapangan", ujar Rahmat.

Selain itu, meski sudah bertemu banyak penantang hebat di tiga turnamen bulutangkis Eropa, Rahmat Hidayat merasa kurang lantaran sang musuh besar, China, tidak berpartisipasi. Menurutnya, mereka adalah lawan yang patut diwaspadai saat AJC dan WJC nanti.

Penulis: Hafiz Rizky Pratama