Tak Bisa Saingi Indonesia, Media China Kecam Ganda Putranya

Jumat, 15 Mei 2020 20:54 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Menjelang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diselenggarakan pada tahun 2021 mendatang, media China mengecam perforoma pasangan ganda putranya. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Menjelang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diselenggarakan pada tahun 2021 mendatang, media China mengecam perforoma pasangan ganda putranya.

INDOSPORT.COM - Menjelang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diselenggarakan pada tahun 2021 mendatang, media China mengecam perforoma pasangan ganda putranya karena tak bisa saingi Indonesia.

Semenjak ganda putra Indonesia merajalela pada tahun 2019 lalu dan nyaris menjuarai hampir seluruh turnamen bulutangkis baik BWF World Tour atau major event lainnya, pasangan China mendadak tidak berdaya.

Bahkan pasangan Li Junhui/Liu Yuchen tidak bisa berbuat banyak di sepanjang tahun 2019 lalu dan hanya meraih gelar di turnamen Singapore Open saja, sementara sisanya kebanyakan terhenti di semifinal bahkan ada yang babak kedua.

Melihat terpuruknya performa ganda putranya, media China, Sports Sina, memberikan kecaman dengan menyebut bahwa sektor ganda putra merupakan sektor yang paling tidak prospek di Olimpiade Tokyo 2020.

Apalagi dengan gaya bermain menyerang dan pertahanan lemah, menurut media China hal tersebut akan menimbulkan banyak masalah bagi pasangan ganda putranya.

Terlebih lagi, dominasi pasangan Indonesia, seperti Kevin Sanjaya/Marcus Gideon hingga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih terus berlanjut hingga tahun 2020 ini.

Apabila performa pasangan Indonesia berlanjut hingga tahun 2021 mendatang, maka benar adanya akan sangat berat bagi pasangan ganda putra untuk bisa meraih medali ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diselenggarakan pada 2021.

Tahun 2020 ini saja, pasangan Li Junhui/Liu Yuchen belum mampu berbuat banyak. Prestasi paling banter terjadi di Malaysia Masters 2020 dimana mereka sukses menjadi runner-up. Sementara di Indonesia Masters dan All England, mereka tidak bisa berbicara banyak.

1