3 Rekor di Luar Nalar yang Pernah Diciptakan Pebulutangkis Indonesia

Rabu, 27 Mei 2020 08:31 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Lanjar Wiratri
© Graham Chadwick /Allsport via Getty Images
Tiga rekor di luar nalar yang pernah diciptakan wakil Indonesiai di bulutangkis, apa saja? Copyright: © Graham Chadwick /Allsport via Getty Images
Tiga rekor di luar nalar yang pernah diciptakan wakil Indonesiai di bulutangkis, apa saja?

INDOSPORT.COM - Bulutangkis memang menjadi salah satu cabang olahraga yang menorehkan beragam prestasi untuk Indonesia. Terbukti, ada tiga rekor di luar nalar yang pernah diciptakan wakil Tanah Air, apa saja?

Kehebatan pebulutangkis Indonesia di dunia bulutangkis memang tidak lagi perlu diragukan. Beragam prestasi sudah dicetak oleh wakil Tanah Air lewat dunia tepok bulu.

Dan dari banyaknya prestasi tersebut, terdapat banyak rekor yang telah tercipta. Tentu saja, dari rekor yang telah tercipta beberapa di antaranya merupakan rekor di luar nalar.

Dilansir dari Boombastis, berikut INDOSPORT.com merangkum tiga rekor di luar nalar yang pernah diciptakan wakil Indonesia di dunia bulutangkis:

Taufik Hidayat Jadi Atlet Termuda yang Menempati Peringkat 1 Dunia

Taufik Hidayat memang menjadi salah satu legenda tunggal putra Indonesia yang prestasinya akan sulit diikuti oleh pebulutangkis tunggal putra Tanah Air manapun.

Salah satu prestasi dari Taufik Hidayat yang sulit ditiru oleh wakil Indonesia lainnya yaitu menempati peringkat 1 dunia di usianya yang masih 17 tahun.

Bahkan tak hanya menempati peringkat 1 dunia di usia 17 tahun, Taufik Hidayat juga sukses menjadi tunggal putra pertama yang mengawinkan gelar Olimpiade dengan Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Mia Audina Jadi Pemain Termuda di Piala Thomas

Meski berumur 14 tahun, Mia Audina nyatanya sukses memberikan prestasi yang luar biasa membanggakannya untuk Indonesia, terlebih lagi prestasi tersebut ditorehkannya di turnamen sebergengsi Piala Uber.
 
Mia Audina diketahui berhasil menjadi penentu kemenangan tim bulutangkis putri Indonesia di gelaran Piala Uber 1994 dan 1996 di usianya yang masih sangat muda.

Akibat kelihaiannya tersebut, Mia Audina mendapat julukan 'Si Anak Ajaib'. Sayang, kariernya bersama Indonesia tidak bertahan lama, karena selanjutnya ia memilih berkarier di Belanda.

Tony Gunawan yang Bersinar di 2 Negara

Tony Gunawan menjadi pemain ganda yang sukses membela dua negara. Bersama Indonesia, ia sukses meraih banyak gelar bergengsi dan bahkan meraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 dan menjadi Juara Dunia.

Meksipun sukses bersama Indonesia, Tony Gunawan nyatanya memilih pindah kewarganegaraan dengan menjadi warga negara Amerika Serikat dan bersama Negeri Paman Sam, ia juga sukses meraih banyak keberhasilan.