Punya Serangan Mematikan, Praveen Jordan Mulai Dimata-matai Belanda

Rabu, 27 Mei 2020 17:57 WIB
Editor: Isman Fadil
© badmintonindonesia.org
Pebulutangkis Indonesia, Praveen Jordan, dijadikan role model oleh pemain masa depan Belanda. Copyright: © badmintonindonesia.org
Pebulutangkis Indonesia, Praveen Jordan, dijadikan role model oleh pemain masa depan Belanda.

INDOSPORT.COM - Pebulutangkis Indonesia, Praveen Jordan, dikenal memiliki serangan mematikan di dunia. Tak ayal pasangan Melati Daeva Oktavianti di sektor ganda campuran itu dijadikan role model oleh pemain-pemain muda dari  berbagai penjuru dunia, salah satunya adalah pebulutangkis muda asal Belanda, Wessel van der Aar. 

Meski bermain di sektor ganda putra bersama pasangannya, Gijs Duijs, pemain berusia 19 tahun ini kerap menyaksikan Praveen Jordan kala bertanding dan mempelajari gaya bermain pebulutangkis yang kerap disapa 'Ucok' tersebut.

"Di ganda campuran, saya sering menonton dan menganalisis gaya bermain Praveen Jordan," ungkap Van der Aar sebagaimana dikutip dari Badminton Europe, Rabu (27/05/20).

Performa Van der Aar bersama Gijs Duijs mampu mencuri perhatian pencinta bulutangkis Eropa setelah sukses mencapai perempatfinal Slovakia Open 2020, Februari lalu. Van der Aar juga masuk skuat tim bulutangkis Belanda yang meraih medali perak di kejuaraan Eropa tahun ini.

Selain ganda, Van der Aar juga bertanding di sektor tunggal putra setelah tim Belanda mengalami krisis pemain setelah Finn Achthoven mengalami cedera di kejuaraan bulutangkis Eropa 2020.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Wessel van der Aar (@wessel_vd_aar) on

Meski begitu, sosok yang ingin mengikuti jejak ganda putra legendaris Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen ini merasa bangga apa yang dia capai sepanjang tahun 2020. Van der Aar juga memiliki hasrat bisa menjadi pebulutangkis terbaik di Eropa dan penantang serius di kejuaraan dunia.

"Misi besar saya adalah menjadi salah satu pebulutangkis terbaik di Eropa dan bisa berbicara banyak di kejuaraan dunia. Mungkin seperti apa yang dilakukan Robin Tabeling/Selena Piek (ganda campuran Belanda) sekarang. Saya juga ingin menjadi inspirasi untuk pemain muda di masa depan. Hal itu akan menjadi prestasi besar bagi saya," pungkas Wessel van der Aar.