Kisah Maria Kristin yang Temukan Jodoh dari Audisi Umum Bulutangkis

Kamis, 13 Agustus 2020 18:44 WIB
Editor:
 Copyright:

INDOSPORT.COM – Meski sudah pensiun sebagai atlet, bulutangkis rupanya berperan penting dalam kehidupan Maria Kristin. Ia bahkan mendapatkan jodoh lewat olahraga tersebut.

Kabar gembira belum lama ini datang dari mantan atlet bulutangkis tunggal putri Indonesia, Maria Kristin Yulianti. Bintang didikan PB Djarum itu baru saja melahirkan anak keduanya, Nathanael Shankara Abinaya, pada 21 Juli 2020.

Kehadiran sang putra pun semakin melengkapi keluarga Maria Kristin, pasalnya sebelumnya ia sudah memiliki seorang putri bernama Mia Prisha Swastika.

Peraih medali perunggu di Olimpiade 2008 itu sendiri sebelumnya menikah dengan pujaan hatinya, Andri Setianto pada tahun 2016 silam. Gereja Katolik St Matius Cinere menjadi tempat keduanya mengikrarkan janji sehidup semati.

Menariknya, pertemuan Maria Kristin dengan Andri Setianto rupanya terjadi berkat bulutangkis. Peristiwa itu terjadi ketika Maria baru saja mengawali tugas barunya di cabang olahraga tersebut, yakni saat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015.

Dalam acara besutan PB Djarum itu, Maria bertugas sebagai salah satu anggota tim pencari bakat, sedangkan Andri menjadi kameramen dari salah satu TV swasta.

Andri sendiri menyebut Maria saat itu terkesan dingin. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan minatnya melakukan pendekatan.

“Saya suka wanita yang misterius, cuek, jutek. Makin jutek malah makin cantik. Makanya, saat saya dengar kalau Maria itu jutek, judes, dan susah diinterview, saya malah bilang, ‘wah ini beneran harus saya deketin,’” ujar Andri seperti dilansir laman PB Djarum.

“Susahnya? Ada. Dari mulai whatsapp cuma bertahan sehari, dicuekin, telepon nggak diangkat, sampai akhirnya saya nekat ke Kudus pun nggak ditemuin juga,” ceritanya. Namun, berkat kegigihannya, Andri Setianto pun berhasil menaklukkan hati bintang asal Tuban, Jawa Timur, itu.

Usai menikah, Maria Kristin memilih untuk meninggalkan dunia bulutangkis dan beralih menjadi ibu rumah tangga. Tapi ia tidak dapat memungkiri bahwa hatinya tetap terpaut dengan olahraga tepok bulu ini.

“Untuk acara-acara seperti coaching clinic dan yang lain masih bisa, yang penting dapat izin suami,” tuturnya.