Banyak Negara yang Mundur dari Piala Thomas - Uber 2020, Legenda Denmark Ngamuk

Senin, 14 September 2020 11:48 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© badmintonbladet
Legenda bulutangkis Denmark, Jim Laugesen ngamuk setelah banyaknya negara yang memutuskan mundur dari kompetisi Piala Thomas - Uber 2020. Copyright: © badmintonbladet
Legenda bulutangkis Denmark, Jim Laugesen ngamuk setelah banyaknya negara yang memutuskan mundur dari kompetisi Piala Thomas - Uber 2020.

INDOSPORT.COM - Legenda bulutangkis Denmark, Jim Laugesen ngamuk setelah banyaknya negara yang memutuskan mundur dari kompetisi Piala Thomas - Uber 2020.

Kompetisi Piala Thomas - Uber 2020 saat ini memang sedang menyita banyak perhatian menyusul banyaknya negara mulai dari Chinese Taipei, Australia, Thailand, Korea Selatan dan Indonesia yang memutuskan mundur dari turnamen beregu bergengsi itu.

Padahal semulanya, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sangat percaya diri bahwa mereka bisa menggelar kompetisi Piala Thomas - Uber 2020 sesuai dengan jadwal yang telah mereka tetapkan pada 3 - 11 Oktober di Aarhus, Denmark.

Tetapi setelah mendekat batas terakhir pendaftaran pada 18 September 2020, semua mendadak berubah hingga akhirnya membuat penyelanggaraan kompetisi Piala Thomas - Uber 2020 menjadi banyak dipertanyakan, apakah akan tetap digelar atau sebaliknya.

Menyoroti situasi pelik seperti ini, legenda bulutangkis sekaligus komentator TV Denmark, Jim Laugesen mengungkapkan kekesalannya dengan situasi pelik yang terjadi di Piala Thomas - Uber 2020 padahal negaranya sudah berusaha sebaik mungkin menyiapkan acara ini.

Melalui laman facebook pribadinya, Jim Laugesen meminta BWF tegas dengan situasi yang terjadi saat ini setelah beberapa negara membuat banyak keputusan yang tidak profesional yang dianggapnya telah benar-benar mengacaukan dimulainya kompetisi bulutangkis setelah absen selama berbulan-bulan.

Jeg håber inderligt at BWF står fast og afviklinger Thomas og Uber cup. Jeg har tit haft en horn i siden på BWF med...

Dikirim oleh Jim Laugesen pada Sabtu, 12 September 2020

"Badminton Denmark telah bekerja sekuat tenaga untuk menciptakan turnamen terbaik. Semua negara telah diperbolehkan masuk oleh pemerintah Denmark.

Saya merasa sangat terprovokasi dengan situasi ini karena melihat banyaknya negara yang tidak menaruh kepercayaan pada Denmark sebagai negara penyelenggara sampai akhirnya mereka membatalkan keikutsertaan mereka karena takut covid-19 dan mengkhawatirkan keselamatan mereka di Denmark.

Saya menghormati keputusan itu, tetapi kita harus berkaca pada kompetisi AS Terbuka yang tetap memilih menggelar acaranya dengan atlet yang tersedia. Saya tidak mengabaikan kekhawatiran pemain, tetap bagaimana jika vaksin masih belum ditemukan sebelum tahun 2023? Haruskah bulutangkis tidak dimainkan sebelum itu?" ujar Jim Laugesen

Lebih lanjut lagi, Jim Laugesen menyoroti pernyataan pemain yang menyebut mari memainkan kompetisi Piala Thomas - Uber pada Februari 2021. Legenda Denmark pun mempertanyakan pernyataan itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal.

"Saya sudah melihat beberapa pemain dari negara pembatalan mengucapkan, 'Mari kita mainkan di bulan Februari 2021.', Bagaimana mereka tahu bahwa situasi itu lebih baik di sana?

Saya sangat takut orang lain akan mengikuti pemikirannya dan memikirkan hal yang sama dengan pembatalan. Ini akan menjadi bencana bagi bulutangkis sebagai olahraga. Terutama karena mereka yang membatalkan cukup pasti benar bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam 1 bulan dan itu berarti 3 turnamen di Asia juga dibatalkan," lanjutnya.

Terakhir, legenda Denmark Jim Laugesen menyebut bahwa kompetisi Piala Thomas - Uber 2020 harus tetap terjadi sesuai dengan rencana tidak peduli apapun yang terjadi, tidak peduli apakah banyak negara unggulan yang mundur. Kompetisi itu harus tetap berlanjut.

Sampai saat ini, BWF belum membuat pernyataan resmi terkait sikap mereka melihat situasi yang terjadi saat ini. Apakah Piala Thomas - Uber 2020 masih akan tetap bergulir sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan atau sebaliknya?

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
20%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
80%