Wonderkid Korea Selatan Akui Sering Nangis Saat Kalah

Minggu, 21 Februari 2021 23:15 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Wonderkid asal Korea Selatan yakni An Se-young mengakui sering nangis ketika dirinya menelan kekalahan dulu di kompetisi bulutangkis internasional. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Wonderkid asal Korea Selatan yakni An Se-young mengakui sering nangis ketika dirinya menelan kekalahan dulu di kompetisi bulutangkis internasional.

INDOSPORT.COM - Wonderkid asal Korea Selatan yakni An Se-young mengakui sering nangis ketika dirinya menelan kekalahan dulu di kompetisi bulutangkis internasional.

An Se-young merupakan salah satu nama yang digadang-gadang akan menjadi tunggal putri hebat di masa depan dan akan kembali mengangkat kejayaan Korea Selatan di kancah Olimpiade.

Pada tahun 2019 saja, An Se-young berhasil memenangkan penghargaan sebagai Atlet yang Paling Berpotensi oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), dimana pada saat itu ketika usianya 17 tahun 8 bulan, wakil Korea Selatan berhasil menjuarai BWF World Tour Super 750 di kompetisi French Open 2019.

Diakui oleh An Se-young untuk membuat dirinya bisa mencapai ke level ini, dibutuhkan sebuah pengorbanan yang tidak biasa. Bahkan wonderkid Korea Selatan itu sering menangis ketika menelan kekalahan dulu.

"Para pelatih dan teman-teman klub bermain di level yang berbeda. Mereka tampaknya sangat membantu saya. Saya akan berdiri di panggung bulutangkis yang lebih luas di masa depan," katanya.

"Sekarang setelah saya dewasa, saya akan menjadi pemain yang matang. Sekarang (kalah) saya tidak akan menangis lagi. Dulu saya cemas, ketika kalah, saya akan menangis karena terlalu sedih. Sekarang saya harus bekerja keras untuk mengontrol emosi dan lebih banyak tertawa," ujar An Se-young dikutip dari media Aiyuke.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%