Keputusan Eks Pebulutangkis Indonesia Perkuat Belanda Disorot Media China

Minggu, 18 April 2021 06:20 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© Doug Pensinger/Getty Images
Keputusan eks pebulutangkis Indonesia, Mia Audina meninggalkan Tanah Air dan membela Belanda jadi sorotan media China. Copyright: © Doug Pensinger/Getty Images
Keputusan eks pebulutangkis Indonesia, Mia Audina meninggalkan Tanah Air dan membela Belanda jadi sorotan media China.

INDOSPORT.COM - Keputusan eks pebulutangkis Indonesia, Mia Audina meninggalkan Tanah Air dan membela Belanda jadi sorotan media China.

Sebelum akhirnya pindah dan resmi membela Belanda, Mia Audina merupakan salah satu pemain yang digadang-gadang bakal jadi penerus dari legenda tunggal putri Indonesia, Susy Susanti.

Mia Audina dianggap sebagai penerus yang tepat, karena di usianya yang masih belia, ia berhasil menampilkan penampilan yang sangat memukau, terutama saat membela Indonesia di Piala Uber.

Mia Audina diketahui sukses mengantarkan tim Indonesia meraih dua Piala Uber pada 1994 dan 1996, serta sejumlah gelar lainnya, termasuk medali perak Olimpiade Atlanta 1996.

Di Piala Uber 1994 dan 1996, Mia Audina sukses menjadi pahlawan Indonesia meraih dua trofi bergengsi tersebut. Bahkan berkat aksi fantastisnya itu, ia mendapat julukan "Si Anak Ajaib" dan "Anak SMA Penentu Piala Uber".

Di Piala Uber 1994, Mia Audina yang saat itu masih berusia 14 tahun dipercaya turun di partai penentu menghadapi pemain peringkat 12 dunia pada saat itu asal China, yaitu Zhang Ning.

Walaupun masih berusia 14 tahun dan harus berhadapan dengan pemain peringkat 12 dunia, Mia Audina nyatanya tidak gentar dan malah tampil spektakuler dengan mengalahkan wakil China, Zhang Ning dalam pertandingan rubber game dengan skor  11-7, 10-12, dan 11-4.

IDS Emoticon Suka
Suka
33%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
33%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
33%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%