Olimpiade Tokyo: Malaysia Maklumi Atletnya Pulang dengan Tangan Kosong

Senin, 5 Juli 2021 09:45 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Juni Adi
© NEW STRAITS TIMES
Hendrawan dan Lee Zii Jia. Copyright: © NEW STRAITS TIMES
Hendrawan dan Lee Zii Jia.

INDOSPORT.COM - Mantan pebulutangkis Malaysia, Datuk James Selvaraj tidak akan menyalahkan skuad bulutangkis nasional jika mereka gagal membawa medali dari Olimpiade Tokyo.

Setelah sempat tertunda lantaran adanya pandemi virus corona, Olimpiade Tokyo akhirnya akan dilangsungkan bulan ini.

Datuk James Selvaraj sejujurnya khawatir dengan kesehatan para atlet bulutangkis Malaysia yang akan bertanding di ajang tersebut.

"Saya bahkan tidak mengerti mengapa Olimpiade tahun ini masih berlangsung.  Lihat saja Euro. Laporan sudah keluar bahwa itu adalah hotspot Covid-19 karena para penggemar dinyatakan positif setelah menonton pertandingan di stadion," ujar James dilansir dari New Straits Times.

Legenda bulutangkis itu khawatir Olimpiade Tokyo akan jadi pusat penyebaran virus corona seperti yang sempat ditemukan di ajang Euro 2020.

Di tengah situasi pandemi yang sulit ini, Datuk James Selvaraj tidak ingin terlalu memaksa para pebulutangkis Malaysia. Menurut James, para pemain sudah berada di bawah tekanan luar biasa untuk tampil di Jepang akibat pandemi Covid-19 yang terus mendatangkan malapetaka di sebagian besar dunia, termasuk Malaysia.

Sejak pandemi melanda, para pebulutangkis Malaysia tidak punya pilihan selain berlatih tanpa penonton dalam sistem gelembung di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) yang terletak di kawasan Bukit Kiara.

Dengan turnamen yang terbatas, James Selvaraj maklum jika skuad bulutangksi Malaysia pulang dengan tangan kosong di Olimpiade Tokyo.

"Mari kita hadapi itu, para pemain menuju Tokyo sudah berada di bawah tekanan yang luar biasa. Dan ini bukan tekanan yang datang dari bulu tangkis tetapi oleh virus yang terus menyebabkan begitu banyak masalah," kata James.

"Tentu, semua atlet kami telah divaksinasi, tetapi itu tidak menjamin siapa pun dari mendapatkan virus.
 Dengan begitu banyak pembatasan dan aturan dari tes swab, tidak berbaur dengan orang lain, tidak ada kontak fisik dan karantina, bagaimana Anda mengharapkan seorang pemain tampil maksimal?" pungkasnya.