In-depth

Kejuaraan Dunia 1991 Jadi Salah Satu Penampilan Buruk Susy Susanti di Ajang Ini

Minggu, 20 Agustus 2023 07:10 WIB
Editor: Juni Adi
© Tony Marshall/EMPICS via Getty Images
Susy Susanti saat mengikuti ajang All England sewaktu masih aktif jadi pebulutangkis. Copyright: © Tony Marshall/EMPICS via Getty Images
Susy Susanti saat mengikuti ajang All England sewaktu masih aktif jadi pebulutangkis.

INDOSPORT.COM - Susy Susanti menjadi salah satu tunggal putri Indonesia paling sukses di Kejuaraan Dunia BWF karena pernah menggondol satu trofi juara. Sayang ia gagal pertahankan gelar di edisi 1991.

Salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi akan kembali bergulir yaitu Kejuaraan Dunia Badminton 2023 di Royal Arena, Copenhagen, Denmark, mulai 21 hingga 27 Agustus 2023 mendatang.

BWF telah melakukan undian babak penyisihan sejak awal Agustus lalu. Hasilnya terdapat beberapa negara yang diuntungkan salah satunya Indonesia, di sektor tunggal putri.

Gregoria Mariska Tunjung yang jadi andalan, mendapat bye pada babak pertama. Artinya ia tidak akan bertanding di babak pertama.

Unggulan kedelapan itu baru akan bertanding di babak kedua melawan pemenang antara Yeo Jia Min (Singapura) vs Qi Xuefei (Prancis).

Publik tentu berdoa agar Jorji -panggilan akrabnya- bisa meraih hasil terbaik selama babak penyisihan hingga mampu melanju ke partai final.

Sebab, masyarakat pecinta bulutangkis di Tanah Air sangat merindukan tunggal putri Indonesia bisa meraih kejayaan di Kejuaraan Dunia, yang terakhir kali di menangkan oleh Susy Susanti pada edisi 1993.

Gelar itu juga jadi satu-satunya gelar Kejuaraan Dunia yang pernah dimenangkan oleh wakil tunggal putri Indonesia. Hingga saat ini belum lagi bisa dimenangkan.

Perjuangan Susy Susanti sendiri menjuarai Kejuaraan Dunia tidaklah mudah. Ia pernah beberapa kali gagal, salah satu kegagalan yang mungkin diingatnya terjadi di edisi 1991.

Di Kejuaraan Dunia 1991 itu, Susy Susanti hanya bisa mencapai partai semifinal. Performanya sangat mengecewakan karena istri dari Alan Budikusuma itu tak segarang di turnamen sebelumnya, Sudirman Cup.

Susy Susanti terlihat kelelahan di setiap pertandingan mulai dari babak pertama di Kejuaraan Dunia 1991. Puncaknya, ketika ia dipulangkan oleh wakil China, Tang Jiuhong, di partai semifinal.