Wakil Jepang Sebut Rinov/Pitha Bawa 'Senjata Berbahaya' di Kejuaraan Dunia 2023

Rabu, 23 Agustus 2023 14:40 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Isman Fadil
© PBSI
Hiroki Midorikawa/Natsu Saito menyebut wakil Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari membawa senjata mematikan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023. (Foto: PBSI) Copyright: © PBSI
Hiroki Midorikawa/Natsu Saito menyebut wakil Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari membawa senjata mematikan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023. (Foto: PBSI)

INDOSPORT.COM - Ganda campuran Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito menyebut wakil Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari membawa senjata mematikan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023.

Hal ini diakui Hiroki Midorikawa/Natsu Saito setelah dikalahkan Rinov/Pitha di babak 64 besar pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023, di Kopenhagen, Selasa (22/08/23).

Rinov/Pitha berhasil meraih kemenangan lewat tiga gim dengan skor 23-21, 8-21 dan 21-11 yang membawa mereka meraih tiket ke babak kedua turnamen bergengsi ini.

Hasil ini juga menempatkan Rinov/Pitha semakin perkasa secara head to head atas Midorikawa/Saito yang tak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir.

Hiroki Midorikawa/Natsu Saito usai pertandingan mengatakan tidak mudah memanfaatkan pengalaman di tiga pertemuan terakhir untuk mengalahkan Rinov/Pitha.

Hal ini dikarenakan Rinov/Pitha selalu menemukan celah untuk menyerang mereka, terutama saat pertandingan berubah ke skema adu drive.

“Benar (sulit menghadapi Rinov/Pitha), sebenarnya kami tampi baik untuk mencari ruang yang beberapa kali tidak bisa dijangkau lawan, tetapi ketika dibawa dalam adu drive situasinya jadi sulit,” tutur Saito dilansir dari Badminton Spirits.

“Banyak poin yang hilang dari adu drive. Saya berpikir lebih baik kita membuka ruang dan mengembangkan permainan agar lawan tidak mengajak adu drive,” lanjutnya.

Midorikawa menambahkan bahwa skema adu drive ini menjadi kekuatan Rinov/Pitha di lapangan yang membawa dia dan Saito kelimpungan sendiri.

“Sebaliknya, sebenarnya saya bisa meladeni adu drive. Tapi lawan hari ini melakukan pukulan dan menjatuhkannya di depan net,” tutur Midorikawa.

“Sulit melakukannya karena mereka tipe yang sama-sama memanfaatkan ruang seperti kita. Saya ingin menggunakan ruang untuk mengontrol lawan, namun saya malah terseret sendiri dan lawan memaksa saya melakukan apa yang ingin mereka lakukan,” tambahnya.