Legenda Bulutangkis Bicara Efek Magis Kebangkitan Gregoria Bagi WS Indonesia

Jumat, 24 November 2023 19:18 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© PP PBSI
Legenda bulutangkis sekaligus presenter kondang Tanah Air, Yuni Kartika, bicara soal efek kebangkitan Gregoria Mariska bagi sektor tunggal putri di Indonesia. Copyright: © PP PBSI
Legenda bulutangkis sekaligus presenter kondang Tanah Air, Yuni Kartika, bicara soal efek kebangkitan Gregoria Mariska bagi sektor tunggal putri di Indonesia.

INDOSPORT.COM – Legenda bulutangkis sekaligus presenter kondang Tanah Air, Yuni Kartika, bicara soal efek kebangkitan Gregoria Mariska bagi sektor tunggal putri di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini pecinta bulutangkis tak berhenti dibuat takjub dengan deretan prestasi yang ditorehkan Gregoria Mariska.

Bagaimana tidak. Setelah mencetak sejarah pertama kalinya menjuarai ajang Super 300 di Spain Masters 2023 April lalu, Gregoria Mariska melanjutkan torehan apiknya di Kumamoto Masters 2023.

Di ajang tersebut, pebulutangkis asal Wonogiri itu sukses finis sebagai juara Kumamoto Masters 2023 yang menjadi gelar perdananya di Super 500.

Sebuah gelar yang sekaligus menandai kebangkitan tunggal putri Indonesia lantaran dia satu-satunya atlet sektor ini dari Indonesia yang menjuarai ajang Super 500.

Pada intinya, ini adalah prestasi yang teramat membanggakan bagi Gregoria Mariska di antara lesunya regenerasi tunggal putri Indonesia sejak puluhan terakhir.

Jika berbicara masa lalu, dulu Indonesia memang memiliki sederet pemain tunggal putri yang bisa bersaing di papan atas, seperti Susy Susanti hingga Mia Audina, namun regenerasi menjadi terputus.

“Saat itu (agaknya) kita berharap Mia (Audina) masih stay (membela Indonesia). Andai saat itu dia stay (tidak pindah ke Belanda), mungkin akan banyak perbedaan besar (di tunggal putri Indonesia),” ujar Yuni Kartika dilansir dari Youtube PB INA Episode 97-98.

“Tapi kan saat itu Mia pindah ke Belanda kan. Jadi saat itu (regenerasi tunggal putri Indonesia) itu putus total. Apalagi cari pemain yang kualitasnya bagus itu juga susah loh,” sambungnya.

Yuni Kartika juga berujar bahwa ini adalah salah satu tanda apik bagi sektor tunggal putri Indonesia untuk berlomba mengejar prestasi Gregoria Mariska menuju top 10 ranking BWF.