Tips Smash Backhand ala Taufik Hidayat, Begini Triknya!
Bagi seorang pebulutangkis mengusai teknik pukulan smash ini wajib hukumnya. Sebab pukulan ini digunakan untuk menyerang lawan agar mendapatkan poin dalam pertandingan. Teknik pukulan yang diarahkan ke daerah lawan secara menukik dan keras ini nyatanya banyak jenisnya, selah satunya adalah smash backhand.
Smash backhand ini merupakan pukulan smash dengan menggunakan daun raket bagian belakang sebagai alat pemukul. Saat melakukan pukulan ini posisi badan membelakangi net dengan mengutamakan gerakan cambukan pergelangan tangan yang diarahkan menukik ke belakang. Jadi teknik ini membutuhkan pergelangan tangan yang lentur dan kuat sehingga pukulan yang dihasilkan cukup keras.
Meskipun teknik cukup sulit dilakukan, tak jarang atlet-atlet bulutangkis ternama menggunakan pukulan ini sebagai teknik adalannya, salah satunya yakni Taufik Hidayat. Atlet yang pernah membawa Indonesia meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004 ini menjadi pebulutangkis dengan smash backhand terbaik di dunia. Kecepatan pukulan smash backhand mencapai 206 km/jam.
Melihat kesulitan saat melakukan pukukan smash ini, INDOSPORT tertarik untuk membahas bagaimana melakukan smash backhand yang baik dan benar. INDOSPORT berkesempatan mengulik lebih dalam lagi teknik ini dari salah satu mantan atlet nasional yang berjaya di era 90-an, Yuni Kartika.
Berikut tips dan trik smash backhand yang baik dan benar dari atlet yang pernah menjuarai German Open Junior 1990:
1. Posisi Raket dan Kaki
Dalam melakukan smash backhand posisi raket dan kaki harus benar-benar diperhatikan. Mantan atlet bulutangkis kelahiran Semarang ini menjelaskan bahwa posisi raket saat melakukan teknik ini harus sejajar dengan kepala, seraya kaki kanan menjadi tumpuan di belakang dan kaki kiri ada di depan.
"Untuk posisi kaki yang kanan harus berada di belakang. Sedangkan yang kiri harus ada di depan. Posisi raket tidak boleh terlalu belakang. Paling bagus sejajar dengan kepala." wanita 42 tahun tersebut.
2. Perbaiki Genggaman Raket
Sebelum mencoba memukul kok dengan teknik ini, ada baiknya perbaiki terlebih dahulu posisi pegangan raket. Posisi jari saat akan melakukan backhand (telunjuk, tengah, manis, kelingking) sejajar dengan pegangan raket, sementara ibu jari berada pada batang raket yang lebih lebar dan sejajar lurus grip. Posisi ibu jari seperti itu agar ada kekuatan saat memukul kok.
"Ibu jari saat memegang reket harus sejajar lurus dengan grip. Kalau pegangan biaskan seperti menggenggam saat salaman, di backhand ini ibu jarinya harus sejajar lurus dengan grip raket supaya ada kekuatan," ucap atlet yang penah membawa Indonesia ke Semifinalis German Open 1996 ini.
3. Perhatikan Posisi Kok
Saat melakukan smash backhand posisi kok harus diperhatikan dengan benar. Posisi kok yang enak untuk di pukul oleh teknik ini saat berada tepat di atas kepala. Jika kok sudah melawati kepala akan semakin sulit untuk melakukan gerakan backhand.
"Saat melakukan backhand diusahakan posisi kok berada di atas kepala. Sebab jika terlalu kebelakang tidak ada kekuatan untuk membelikan kok tersebut, kerena posisinya sudah telat. Jadi harus ada di atas kepala untuk mengambil kok backhead-nya," tutup wanita yang kerap di sapa Yuni ini.