Bertubuh Mungil Nan Cantik, 4 Pebulutangkis Putri Indonesia Ini Garang di Lapangan
Tak ada yang menyangka, di balik tubuh mungil dan wajah cantik nan lembut keempat atlet bulutangkis putri Indonesia ini, mereka menyimpan kekuatan luar biasa di atas lapangan. Dengan postur tubuh yang tak terlalu menjulang tinggi mereka memiliki bakat luar biasa.
Berbagai penghargaan dan prestasi telah mereka raih di ajang atau turnamen bulutangkis dunia. Merah Putih dan lagu Indonesia raya berkumandang berkat kemenangan yang diberikan keempat atlet perempuan inim baik dari segi tunggal putri maupun ganda campuran.
Di usia yang relatif muda keempatnya masih memiliki jalan panjang untuk terus mendulang prestasi di kancah bulutangkis internasional. Tak hanya cantik, namun mereka berhasil mempersembahkan prestasi membanggakan untuk bangsa dan negara.
Kali ini, INDOSPORT akan menampilkan empat pebulutangkis cantik Indonesia yang memiliki postur tubuh mungil namun berbahaya di atas lapangan.
1. Melati Daeva Oktaviani
Melati yang berpasangan dengan Ronald Alexander untuk kategori ganda campuran memiliki wajah cantik dan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi.
Dara kelahiran Serang, Banten itu tercatat memiliki tinggi badan 168 cm itu tampak memiliki penampilan lemah lembut dengan gigi gingsul yang membuat pesona wajah manisnya semakin terlihat.
Melati Daeva Oktaviani
Di samping semua hal tersebut, Melati nyatanya menjadi andalan baru Indonesia untuk kategori ganda campuran bersama Ronald Alexander. Kini mereka menempati ranking 18 dunia versi BWF untuk sektor ganda campuran.
Sebelum berpasangan dengan Ronald, Melati tercatat pernah meraih medali emas di ajang BWF World Junior Championship. Gadis kelahiran 1994 silam itu berpasangan dengan Edi Subaktiar dan meraih emas saat usianya masih 18 tahun.
Untuk masalah kehidupan pribadi, Melati ternyata saat ini telah memiliki seorang kekasih yang juga seroang pebulutangkis. Angga Pratama pebulutangkis ganda putra Indonesia merupakan kekasih dari Melati Daeva.
2. Hanna Ramadhini
Si cantik Hanna Ramadhini menjadi tunggal putri harapan Indonesia di masa depan, meskipun hingga saat ini ia masih berada di peringkat 54 dunia.
Hanna dikenal dengan permainannya yang penuh power di atas lapangan walaupun ia bertubuh mungil dengan tinggi badan 162 cm.
Hanna Ramadhini
Berlatih di pelatnas Cipayung, Hanna digadang-gadang menjadi tumpuan tunggal putri Indonesia nantinya, usai tunggal putri Bellaetrix Manuputty mundur dari Pelatnas karena cedera.
Tanggung jawab berat memang kini berada di pundak gadis kelahiran Februari 1995 itu untuk terus meningkatkan penampilanya.
Hanna turut menperkuat skuat Piala Uber Indonesia tahun ini meskipun tim Uber Tanah Air gagal keluar sebagai juara.
Prestasi terakhir yang diraihnya ialah menyabet medali perak dalam ajang SEA Games 2015 silam, namun sayang di ajang Indonesia Open 2016 Hanna langsung tersingkir di babak awal.
3. Gregoria Mariska
Di usianya yang baru 16 tahun, Gregoria Mariska sudah tampil luar biasa dengan melakukan debutnya di ajang Piala Uber tahun ini. Bersama Hanna Ramadhini dan Fitriani, gadis kelahiran 1999 silam itu masuk skuat tim Uber Tanah Air di usianya yang belum genap 17 tahun.
Gregoria Mariska
Gregoria bahkan menjadi pemain termuda di tim Uber Indonesia yang menjalani turnamen tersebut di Kunshan, China 2016 ini.
Jebolan klub bulutangkis PB Mutiara Bandung itu kini menempati peringkat 85 dunia versi BWF, naik pesat setekah sebelumnya hanya menduduki peringkat 106 dunia.
Pada 9 hingga 17 Juli mendatang Gregoria akan memprkuat tim Indonesia di ajang Asian Junior Championship di Bangkok, Thailand. Pemain asal Wonogiri, Jawa Timur, tersebut menjadi andalan Indonesia untuk menyabet medali emas.
4. Debby Susanto
Debby Susanto menjadi pebulutangkis putri terakhir yang masuk dalam daftar ini. Jangan tertipu dengan tubuh mungilnya, sebab dengan tinggi badan 161 cm, perempuan 27 tahun itu menjadi berbahaya di atas lapangan saat berpasangan dengan Preveen Jordan.
Praveen/Debby kini menempati peringkat lima dunia, dua tingkat di bawah ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang telah meraih segudang prestasi untuk Indonesia yang pantas disbeut senior Praveen/Debby.
Debby Susanto (kanan)
Debby yang merupakan jebolan klub bulutangkis papan atas Indonesia, PB Djarum mencuri perhatian rakyat Indonesia dan dunia usai menjuarai ajang bergengsi All England tahun ini.
Sejak saat itu, Debby yang sebelumnya berpasangan dengan Muhammad Rijal itu langsung mendapat banyak pujian.
Bersama Preveen Jordan, Debby Susanto disebut-sebut akan menjadi penerus pasangan Owi/Butet yang masih menjadi ganda campuran terkuat Indonesia saat ini.
Praveen/Debby akan bertarung memperbutkan medali emas di ajang Olimpiade Rio Agustus mendatang.