Ini Kata PBSI Soal Suharso, Diplomat Bulutangkis yang Lahirkan Banyak Bintang
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rexy Mainaky, sosok Suharso telah memberikan kontribusi berarti bagi dunia bulutangkis, tak hanya Indonesia namun juga internasional. Berkat tangan dingin pria kelahiran 20 September 1916 tersebut, lahir banyak legenda bulutangkis Indonesia.
“Beliau adalah sosok bapak bulutangkis Indonesia, melalui beliau lahirlah banyak legenda legenda bulutangkis Indonesia,” ujar Rexy kepada INDOSPORT.
Rexy yang meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 silam bersama Ricky Subagja itu juga meminta agar para pebulutangkis Indonsia saat ini mampu meneladani kegigihan Suharso. Berkatnya, kekuatan Indonesia sebagai salah satu kutub bulutangkis dunia dikenal luas.
“Beliau punya kepedulian dan kerja keras untuk membuat bulutangkis Indonesia bisa mendunia,” tambahnya,
Sosok Suharso dikenal setelah berhasil ‘mendamaikan’ dua federasi bulutangkis dunia yang berseteru di era 80-an, yakni International Badminton Federation (IBF) dan Badminton World Federation (BWF). Kala itu, Suharso menjabat sebagai kepada bidang luar negeri PBSI yang diketuai oleh Sudirman.
Selain itu, Pada 1987, dia mulai berkampanye dan mendorong untuk adanya kejuaraan beregu campuran. Suharso meminta IBF, untuk memasukkan Sudirman Cup sebagai salah satu kalender resmi dan rutin kejuaraan bulu tangkis dunia.
Pria berdarah China tersebut berjasa besar memasukkan bulutangkis ke dalam jajaran olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Di Indonesia, Suharso yang wafat pada 11 November 2010 itu juga menjadi pendiri klub bulutangkis PB Tangkas yang berhasil melahirkan para pebulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir salah satunya.