x

Flashback Epic Comeback Fantastis Indonesia atas Jepang di Piala Sudirman

Sabtu, 25 Mei 2019 13:20 WIB
Editor: Coro Mountana
Profil Indonesia di Piala Sudirman

INDOSPORT.COM – Dalam hitungan jam, tim bulutangkis Indonesia akan menjalani laga krusial melawan Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, China.

Langkah Indonesia untuk mencapai babak semifinal sendiri tidaklah mudah karena harus bersusah payah mengalahkan Chinese Taipei kemarin dengan skor 3-2. Sedangkan Jepang malah berhasil menang meyakinkan 3-1 atas Malaysia di babak perempatfinal.

Masalah bagi Indonesia karena Jepang merupakan salah satu tim terkuat yang ada dalam percaturan dunia bulutangkis saat ini. Jepang memiliki komposisi tim yang sangat mumpuni karena dihuni oleh sejumlah pebulutangkis jenius di setiap nomornya.

Baca Juga

Mulai dari Kento Momota di sektor tunggal putra hingga Nozomi Okuhara yang merupakan pebulutangkis putri peringkat kedua dunia saat ini. Tentu tidak akan mudah bagi tim bulutangkis Indonesia untuk meraih poin atas tim Jepang.

Meski lawan sangatlah kuat, Indonesia sejatinya tidak perlu berkecil hati karena masih memiliki sejumlah pebulutangkis yang tak kalah saing dengan milik Jepang.

Sebut saja Marcus Gideon/Kevin Sanjaya (ganda putra), Anthony Ginting (tunggal putra), hingga Greysia/Apriyani di ganda putri.

Baca Juga

Selain memiliki materi pemain yang tak kalah jauh dengan Jepang, Indonesia juga memiliki rekor baik di pertemuan terakhir Piala Sudirman, tepatnya edisi 2011. Lantas, seperti apa pertemuan terakhir Jepang dengan Indonesia di Piala Sudirman?

Berikut kami hadirkan flashback antara Jepang vs Indonesia di Piala Sudirman yang dapat membangkitkan rasa optimisme untuk melihat bumi pertiwi melaju ke final.


1. Flashback Momen Epic Comeback Indonesia Atas Jepang di Piala Sudirman 2011

Alvent Chandra, merupakan pasangan Mohammad Ahsan di ganda putra Indonesia di Piala Sudirman 2011.

Bertanding di Qingdao, China, Indonesia bertemu dengan Jepang dalam babak perempatfinal Piala Sudirman pada 21 Mei 2011 lalu. Indonesia yang berstatus sebagai juara grup saat itu mau tidak mau harus melawan Jepang yang hanya menjadi runner up setelah kalah saing dengan China.

Meski kekuatan Jepang saat itu tidak semenakutkan sekarang, tetap saja Indonesia harus bersusah payah hingga titik darah penghabisan guna menyingkirkan negeri Matahari Terbit.

Game Pertama:

Di game pertama, Indonesia saat itu menurunkan Alvent Chandra/Mohammad Ahsan yang sukses disudahi dengan kemenangan atas Hirata/Hashimoto dua set langsung, 21-17, 21-16. Hasil itu membuat Indonesia unggul 1-0 atas Jepang.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan keluar sebagai juara New Zealand Open 2019.

Indonesia saat itu berada di atas angin karena hanya membutuhkan 2 kemenangan lagi agar bisa lolos ke semifinal. Namun terkadang realitas tidak seindah harapan karena Indonesia ternyata harus kehilangan poin di 2 game selanjutnya.

Game Kedua:

Adriyanti Firdasari yang turun di nomor tunggal putri harus menjadi kontingen pertama Indonesia yang menelan kekalahan. Adriyanti Firdasari harus mengakui keunggulan Eriko Hirose dengan skor 19-21, 21-17, 14-21.

Adriyanti Firdasari

Game Ketiga:

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, Indonesia kembali menelan kekalahan setelah tunggal putra kita, Simon Santoso tidak mampu mengatasi perlawana Kenichi Tago. Bermain dalam 2 set, Simon Santoso menyerah dengan skor 15-21, 9-21.

Game Keempat:

Seketika Indonesia berada dalam kondisi di ujung tanduk karena jika kalah lagi, maka yang lolos ke semifinal adalah Jepang.

Beruntung Indonesia memiliki Greysia Polii/Meliana Jauhari yang sukses mengalahkan ganda putri Jepang, 21-17, 21-16, skor menjadi imbang 2-2.

Game Kelima:

Di game penentuan, ganda campuran Indonesia, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah harus meladeni Ikeda/Reiko Shoita. Bermain dalam tiga set yang sangat menegangkan, akhirnya Fran/Pia sukses mengunci kemenangan dalam 3 set, 21-19, 23-25, 21-14.

Pia Zabadiah

Skor pun menjadi 3-2 untuk Indonesia yang sekaligus menjadi bukti epic comeback fantastis atas Jepang setelah sempat tertinggal 1-2.

Dengan bekal pernah mengalahkan Jepang di Piala Sudirman 2011 yang pernah dirasakan oleh Mohammad Ahsan dan Greysia Polii yang kini kembali masuk tim.

Tentu selalu ada harapan momen heroik edisi 2011 bakal terulang lagi di Piala Sudirman dengan lawan yang sama.

Memang melawan Jepang tidak akan pernah mudah, tapi flashback edisi 2011 seharusnya dapat menjadi bahan bakar kalau kita bisa kalahkan Kento Momota dan kawan-kawan.

JepangIndonesiaKento MomotaKevin Sanjaya/Marcus GideonFlashbackRaketGreysia Polii/Apriyani RahayuBulutangkisBerita Olahraga

Berita Terkini