Impian Mulia Fajar Alfian untuk Bulutangkis Indonesia
INDOSPORT.COM - Sudah melalang buana di dunia bulutangkis, pebulutangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian memiliki cita-cita mulia untuk memajukan dunia tepok bulu Tanah Air.
Pebulutangkis Fajar Alfian mengaku cukup prihatin melihat fasilitas GOR bulutangkis di Indonesia yang tidak merata di seluruh provinsi dan hanya memiliki Istora Senayan, Jakarta.
Itulah mengapa tak heran jika seorang Fajar Alfian sangat ingin memiliki GOR besar miliknya sendiri, karena fasilitas tersebut akan sangat mendukung kemajuan atlet-atlet bulutangkis Indonesia.
Rekan duet M.Rian Ardianto itu pun berharap pemerintah Indonesia bisa lebih perhatian terhadap fasilitas bulutangkis dan tidak hanya melulu mengandalkan Istora Senayan saja yang kadang juga dipakai untuk event olahraga lainnya.
"Salah satu impian saya, mungkin semua atlet bulutangkis ingin punya GOR besar. Semoga pemerintah lebih perhatian, tapi dalam segi fasilitas hall, Indonesia hanya punya istora buat mengadakan event bultang. Itu pun bisa dipakai buat voli, basket, entertainment," ujar Fajar Alfian dalam live IG bersama @badminton.ina.
Pebulutangkis Fajar Alfian pun berharap pemerintah Indonesia bisa mencontoh negara China yang memiliki gedung bulutangkis standar pada setiap provinsi yang ada di Negeri Tirai Bambu.
Semua itu diharapkan ganda putra peringkat 6 dunia tersebut agar kejadian di turnamen Superliga tidak lagi kembali terulang. Di mana turnamen sekelas Superliga harus diselenggarakan di GOR yang berkapasitas kecil.
"Salah satunya kalau dibandingin sama China, mereka punya gedung standar bulutangkis di setiap provinsi. Saya miris juga kemarin Superliga diadakan di GOR Sabuga, kapasitas penonton kecil sekali, banyak yang enggak kebagian tiket," lanjutnya.
Terakhir atlet kelahiran Jawa Barat tersebut menyebut bahwa apa yang diharapkannya ini bukan karena ia iri dengan olahraga lain. Namun, mengingat fakta bahwa bulutangkis adalah penyumbang prestasi untuk Indonesia maka sudah seharusnya hal tersebut menjadi perhatian.
"Jadi, saya mohon buat pemerintah, dibantu tidak hanya di Jakarta kita punya Istora. Tapi, juga di provinsi lainnya," tambahnya.
"Karena bulutangkis tidak kalah prestasinya sama olahraga lain. Bukannya sirik sama olahraga lain, tapi kita ini olahraga olimpiade, tapi tidak ada fasilitasnya," pungkasnya.
Di tahun 2020 ini, bersama dengan M.Rian Ardianto, pebulutangkis sempat membuat debut yang baik dengan mencapai babak semifinal di Malaysia Masters dan Indonesia Masters.
Tetapi, pasangan ganda putra peringkat 6 dunia tersebut ternyata tidak mampu mempertahankan performa terbaik mereka di Kejuaraan All England 2020 setelah hanya mencapai babak kedua.