x

Tontowi Ahmad Pensiun dengan Status Magang, Susy Susanti Angkat Suara

Selasa, 19 Mei 2020 14:43 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti buka suara terkait status magang yang disandang oleh Tontowi Ahmad selama berada di Pelatnas.

INDOSPORT.COM - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti buka suara terkait status magang yang disandang oleh Tontowi Ahmad selama berada di Pelatnas.

Seperti yang telah diketahui, Tontowi Ahmad telah memutuskan untuk gantung raket pada, Senin (18/05/20). Dalam jumpa pers dengan pewarta melalui aplikasi Zoom, Tontowi mengaku statusnya sebagai pemain magang di Pelatnas sempat mengganggu motivasinya.

Susy Susanti pun telah memberikan penjelasan mengenai status tersebut.

"Otomatis kan kalau kembali berpasangan dengan Akbar, berarti Winny tidak berpasangan lagi sama Tontowi dan situasi ini membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan main," ujar Susy dilansir dari laman resmi PBSI.

Baca Juga
Baca Juga

"Namun, di situasi seperti itu, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) Magang, karena belum punya pasangan tetap," sambungnya lagi.

Usai tidak lagi dipasangkan dengan Winny Oktavina Kandow, Tontowi sempat direncanakan untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu.

Namun, rencana tersebut tak kunjung juga terealisasi meski keduanya sempat tampil di Indonesia Masters 2020. Mengingat Apriyani Rahayu juga difokuskan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii.

Baca Juga
Baca Juga

Di tengah kondisi ini, PBSI masih memberikan kesempatan Tontowi Ahmad untuk bertanding di berbagai turnamen. Namun, seluruh program pengiriman tentunya harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan main serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out.

Apabila hasilnya baik, maka akan ada reward berupa extra try out untuk Tontowi, hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.

Lebih lanjut Susy Susanti mengatakan bahwa di tahun 2020, PBSI harus bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Tontowi AhmadPBSISusy SusantiBulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini