x

3 Pebulutangkis Hebat Luar Negeri yang Sempat Menimba Ilmu di Indonesia Bersama PB Tangkas

Kamis, 4 Juni 2020 19:03 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
Sejumlah pebulutangkis hebat dari luar negeri pernah menimba ilmu di Indonesia bersama klub PB Tangkas. Berikut tiga di antaranya.

INDOSPORT.COM – Sejumlah pebulutangkis hebat dari luar negeri pernah menimba ilmu di Indonesia bersama klub PB Tangkas. Berikut tiga diantaranya.

Posisi Indonesia sebagai salah satu barometer bulutangkis di dunia memang tak bisa lagi terbantahkan. Meski belakangan tak selamanya prestasi bisa selalu direngkuh oleh pebulutangkis Tanah Air di level Indonesia, Indonesia masih saja menjadi negara yang selalu dilirik oleh berbagai negara atau pebulutangkis yang ingin mengembangkan kualitasnya.

Baca Juga
Baca Juga

Posisi tersebut semakin dimantapkan dengan adanya beberapa klub bulutangkis hebat yang dengan tangan terbuka siap menampung pebulutangkis dari berbagai negara yang ingin menyerap ilmu dari Indonesia. Salah satunya seperti yang dilakukan klub asal Jakarta, PB Tangkas.

PB Tangkas memulai tradisinya menerima pebulutangkis dari luar negeri yang ngin menimba ilmu sejak tahun 1995. Diawali oleh dua pebulutangkis asal Australia, Michalas Kid dan Chris Hill. Keduanya berlatih di PB Tangkas dari 7 Desember 1995 hingga 1 Februari 1996.

Setelah itu, tercatat lebih dari 100 pebulutangkis berbagai negara lainnya yang sempat menimba ilmu di PB Tangkas, baik yang hanya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Dari sekian banyak pebulutangkis luar negeri tersebut, tak sedikit pula yang kemudian benar-benar bisa meraih sukses di kancah internasional setelah berlatih di PB Tangkas.

Siapa saja mereka? Berikut INDOSPORT merangkumkan tiga di antaranya.

Lotte Jonathans (Belanda)

Di periode awal-awal PB Tangkas mulai menerima pebulutangkis luar negeri untuk berlatih bersama mereka, ada salah satu ganda putri asal Belanda bernama Lotte Jonathans yang datang menimba ilmu.

Lotte Jonathans berlatih di PB Tangkas pada peiode 20 Agustus hingga 4 September 1996 bersama rekannya asal Belanda, Judith Meulendijks.

Meski hanya dalam periode yang sebentar itu, Lotte Jonathans yang baru berusia 19 tahun ternyata benar-benar bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari PB Tangkas.

Lotte Jonathans menjelma menjadi salah satu pebulutangkis terbaik di Belanda, bahkan Eropa. Termasuk ketika dirinya berduet dengan mantan pemain Indonesia, Mia Audina untuk mewakili Belanda di periode tahun 2000-an.

Pernah mewakili Belanda di Olimpiade Athena 2004, capaian terbaik Lotte Jonathans sebagai pebulutangkis sendiri salah satunya ketika dirinya bisa membawa Belanda menjadi juara di European Women’s Team Championship tahun 2006 silam.

Pulella Gopichand (India)

Dalam periode waktu yang hampir sama dengan Lotte Jonathans, PB Tangkas juga pernah kedatangan tunggal putra asal India Pulella Gopichand.

Pulella Gopichand mulai berlatih di PB Tangkas pada 6 Juni hingga 29 Agustus tahun 1996, saat usianya masih 22 tahun.

Berbekal ilmu yang didapatnya secara singkat dari PB Tangkas itu, Pulella Gopichand lantas menjelma menjadi tunggal putra terbaik di dunia, bahkan salah satu di dunia. Terbukti dengan berbagai raihan prestasinya di turnamen internasional.

Salah satu yang menjadi perhatian luar biasa salah satunya ketika Pulella Gopichand bisa mengejutkan dengan menjuarai turnamen bulutangkis paling bergengsi, All England, di tahun 2001.

Baca Juga
Baca Juga

Satoko Suetsuna (Jepang)

Jauh sebelum menjadi penguasa dunia bulutangkis di sektor putri, pebulutangkis Jepang ternyata juga banyak yang sempat menimba ilmu di PB Tangkas pada sekitar tahun 2000-an. Salah satu di antaranya adalah Satoko Suetsuna, yang berlatih di PB Tangkas pada bulan Agustus tahun 2000.

Berlatih di PB Tangkas pada usia yang baru 19 tahun itu, Satoko Suetsuna kemudian bisa menjelma sebagai salah satu pebulutangkis hebat Jepang dari sektor ganda putri.

Berbagai raihan prestisius pun sukses didapatnya dalam karier bulutangkis. Mulai dari menjuarai turnamen seperti Denmark Open 2011, Malaysia Grand Prix 2011, India Open 2011, hingga menjadi peraih medali perunggu di turnamen bergengsi Uber Cup 2010 dan World Championship 2011.

BelandaJepangIndiaPB TangkasRaketTRIVIABulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini