x

27 Tahun Melatih Bulutangkis, Richard Mainaky Mau Pensiun: Ini Sang Penerus

Senin, 5 Juli 2021 10:41 WIB
Penulis: Martini | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Pelatih bulutangkis Indonesia, Richard Mainaky.

INDOSPORT.COM - Salah satu pelatih senior di Pelatnas PBSI, Richard Mainaky membuka opsi untuk pensiun dalam waktu dekat, dan menunjuk sosok ini sebagai penerusnya.

Richard Mainaky sudah 27 tahun menjabat sebagai pelatih bulutangkis di Pelatnas, dan ia menjadi spesialis sektor ganda campuran.

Banyak anak didiknya yang berhasil meraih prestasi di kelas dunia, sebut saja Liliyana Natsir, Vita Marissa, Debby Susanto, Tontowi Ahmad, Nova Widianto, dan Praveen Jordan.

Baca Juga
Baca Juga

Seluruh gelar bergengsi sudah diraih oleh Richard Mainaky sebagai pelatih, termasuk saat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses menyabet medali emas Olimpiade Rio 2016.

"Sekarang ini sudah 27 tahun, maunya ya segera pensiun, semua gelar sudah tercapai," ujar Richard Mainaky saat menjadi bintang tamu dalam program Tektokan Ala Butet.

Namun, ada satu hal yang membuat Richard menunda keputusannya untuk pensiun, yaitu ingin mempersembahkan medali untuk sang adik, Rionny Mainaky, di masa jabatannya.

Baca Juga
Baca Juga

Sebagaimana diketahui, Rionny Mainaky baru saja menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Prestasi PBSI tahun 2021, meneruskan jejak Rexy Mainaky dan juga Susi Susanti.

"Karena waktu itu kan Rexy jadi Binpres era Gita Wirjawan, saya mau mundur awalnya, tapi melihat kalian (Tontowi/Liliyana) lagi bagus, oke saya mau kasih medali buat Rexy."

"Jadi terakhir ini saya mau kasih medali buat Rionny, nanti kata Rionny pilih kasih," ungkap Richard sembari tertawa. Richard sendiri adalah anak pertama dari klan Mainaky.


1. Calon Pengganti

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky.

Maka, jika wakil ganda campuran Indonesia berhasil meraih prestasi di Olimpiade Tokyo 2020, bukan tidak mungkin jika itu adalah masa terakhir Richard Mainaky di Pelatnas.

Pasalnya, Richard mengaku sudah lama ingin pensiun, bahkan ia telah menyiapkan calon penggantinya untuk sektor Mix Double, yakni asistennya saat ini, Nova Widianto.

"Sekarang sih Nova kelihatan (jadi penerus). Harusnya kan Vita (Marissa), dia sudah ikut saya empat tahun kali ya, tapi ada sesuatu hal di luar wewenang saya," tuntas Richard.

Maka, keputusan Richard Mainaky untuk pensiun, tergantung pada hasil permainan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Olimpiade Tokyo, mulai 18 Juli mendatang.

PBSIRichard MainakyNova WidiantoBulutangkisBerita Bulutangkis

Berita Terkini