x

Mengenang Momen Indonesia Bantai India di Piala Thomas 2016: Merah Putih Sapu Bersih!

Sabtu, 14 Mei 2022 17:30 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Mengenang momen saat tim bulu tangkis putra Indonesia membantai India di Piala Thomas 2016 jelang duel kedua tim di final edisi 2022.

INDOSPORT.COM – Mengenang momen saat tim bulu tangkis putra Indonesia membantai India di Piala Thomas 2016 jelang duel kedua tim di final edisi 2022.

Tim bulu tangkis putra Indonesia akan kembali berjibaku di Piala Thomas 2022 dengan menghadapi partai final kontra India, Minggu (15/05/22).

Baca Juga

Dalam duel yang akan dilangsungkan di Impact Arena, Bangkok, Thailand tersebut, Indonesia akan mencoba mempertahankan gelar yang diraihnya pada 2020 lalu.

Indonesia sendiri melangkah ke final usai mengandaskan perlawanan Jepang dengan skor 3-2, Jumat (13/05/22). Kemenangan tim Merah Putih ditentukan oleh dua tunggal putra dan satu ganda putra.

Senada dengan Indonesia, India pun juga melangkah ke final usai meraih kemenangan 3-2 atas kandidat juara, Denmark di babak semifinal.

Baca Juga

Kemenangan ini menorehkan rekor tersendiri, di mana ini akan jadi final pertama India sepanjang kesertaannya di Piala Thomas.

Dalam sejarahnya, tim bulu tangkis putra Indonesia dan India sudah bertemu sebanyak dua kali di ajang Piala Thomas.

Dua pertemuan ini didapatkan saat kedua negara sama-sama berada dalam satu grup, yakni di Piala Thomas 2010 dan Piala Thomas 2016.

Di Piala Thomas 2010, India masih bisa mencetak poin atas, kendati di akhir pertandingan India harus takluk dengan skor 1-4 dari Indonesia.

Baca Juga

Sedangkan di Piala Thomas 2016, Indonesia benar-benar menyapu bersih laga dan membuat India tak berkutik dengan kemenangan 5-0.

Bagaimana kisah Indonesia saat mengandaskan India dan menyapu bersih setiap poin yang ada di babak grup Piala Thomas 2016 itu? Berikut rangkumannya.


1. Sapu Bersih 5 Game

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Foto: PBSI

Di Piala Thomas 2016, Indonesia tergabung dalam grup B bersama negara Asia lainnya seperti Hong Kong, Thailand dan India.

Di grup ini, Indonesia mampu membuka kampanyenya di Piala Thomas 2016 dengan kemenangan 5-0 atas Hong Kong di laga perdana.

Pada pertandingan kedua, Indonesia juga meraih kemenangan. Kali ini atas Thailand berkat skor 4-1 lewat lima andalannnya.

Baca Juga

Barulah di pertandingan terakhir grup, Indonesia bersua kembali dengan India untuk kedua kalinya dalam kesertaan kedua negara di Piala Thomas.

Di partai terakhir grup B ini, Indonesia menurunkan Line Up yakni Jonatan Christie, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Anthony Sinisuka Ginting, Markus Fernaldi Gideon/Hendra Setiawan, dan Ihsan Maulana Mustofa.

Duel Indonesia dan India di partai terakhir grup B ini dibuka oleh Jonatan Christie yang saat itu baru berusia 18 tahun bertemu dengan Ajay Jayaram.

Baca Juga

Secara mudah, Jonatan Christie mampu meraih kemenangan dua set langsung dengan skor 21-14, 21-12 atas Ajay Jayaram dalam waktu 37 menit.

Kemenangan Jonatan Christie pun mampu diteruskan oleh pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwandi di game kedua.

Di game tersebut, Angga/Ricky berhasil meraih kemenangan mudah atas Manu Attri/Akshay Dewalkar dengan skor 21-18, 21-17 dalam tempo 28 menit saja.

Perjuangan dua wakil Indonesia mampu diteruskan oleh Anthony Sinisuka Ginting di game ketiga yang berhasil menang atas Sai Praneeth Bhamidipati lewat Rubber Games dengan skor 18-21, 21-11, 21-15 dalam tempo 56 menit.


2. Jadi Modal Berharga di Final Piala Thomas 2022

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting dalam laga Thomas Cup 2022. Foto: PBSI

Hasil 3-0 itu sudah memastikan kemenangan Indonesia atas India. Namun tak berarti hal itu membuat tim Merah Putih bermain santai.

Di dua game selanjutnya, Indonesia berhasil mengoleksi dua poin lanjutan dan berhasil membantai India dengan skor 5-0 tanpa balas.

Poin keempat didapatkan dari pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Hendra Setiawan yang dipasangkan, setelah Marcus/Kevin Sanjaya sempat gagal di pertandingan kontra Thailand.

Baca Juga

Saat melawan India, duet Marcus/Hendra tampil baik dan mampu mengalahkan pasangan B. Sumeeth Reddy/ Satwiksairaj Rankireddy dengan skor 21-9, 21-18 dalam waktu 26 menit saja.

Hingga akhirnya Ihsan Maulana Mustofa menutup pertandingan Indonesia kontra India dengan kemenangan lewat Rubber Game 21-20, 20-22, dan 21-13 dari Sourabh Varma dalam waktu 1 jam 4 menit.

Kemenangan 5-0 atas India enam tahun silam pun menjadi modal kepercayaan diri berharga bagi Indonesia di laga final Piala Thomas 2022 nanti.

Baca Juga

Apalagi rata-rata pebulu tangkis Indonesia di skuat untuk Piala Thomas 2022 ini juga diisi oleh pebulu tangkis yang memiliki pengalaman kontra India pada 2016 silam.

Catatan khusus tentunya akan diberikan ke Anthony Sinisuka Ginting. Pasalnya, di final kontra India nanti dirinya bisa saja bersua Prannoy HS yang tak lain rivalnya di tahun 2022 ini.

Anthony Ginting belum lama ini takluk dari Prannoy HS di babak semifinal Swiss Open 2022. Meski kalah, gelar juara tunggal putra tetap mampir ke Indonesia usai Jonatan Christie membalaskan kekalahannya itu.

Piala ThomasAnthony Sinisuka GintingIndiaJonatan ChristieBulutangkisTim Bulutangkis Indonesia

Berita Terkini