x

Ogah Ladeni Psywar Ganda China, Ini Rahasia Ahsan/Hendra ke Final All England 2023

Minggu, 19 Maret 2023 11:05 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga perdana All England. (Foto: PBSI)

INDOSPORT.COM - Ogah ladeni psywar ganda China, ini dia rahasia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan hingga menang rubber dan melaju ke final All England 2023.

Pasangan ganda putra senior Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses menjegal wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chang di babak semifinal All England 2023.

Bermain di Utilita Arena, Birmingham, Sabtu (18/03/23) malam, Ahsan/Hendra berhasil menggasak Liang Wei Keng/Wang Chang ke babak rubber, skor akhir 21-15, 19-21, 29-27.

Setelah menang di game pertama, Ahsan/Hendra alias The Daddies memang sempat kehilangan momentum dan kalah tipis di game kedua.

Memasuki babak rubber, pertarungan Ahsan/Hendra vs Liang/Wang makin sengit. 

Baca Juga

Kedua pasangan bergantian memimpin saat imbang di angka 7-7, lalu 9-9. The Daddies berhasil unggul 11-9 di interval game ketiga.

Setelah unggul, rupanya siku kanan Ahsan sempat berdarah dan pertandingan harus dihentikan supaya ayah tiga anak itu bisa mendapat pengobatan terlebih dahulu.

Baca Juga

Ketika laga dilanjutkan, Liang/Wang justru semakin mengganas dan bisa menyamakan kedudukan jadi 14-14. Ahsan/Hendra selalu membayangi dan meraih match point 20-19.

Keunggulan The Daddies bertahan hingga 21-20, tetapi Liang/Wang berbalik unggul 22-23. Kedua pasangan terus jual-beli serangan sampai imbang 25-25, lalu 27-27.

Meski Liang/Wang mulai melakukan psywar dengan cara mengulur-ulur waktu, tetapi Ahsan/Hendra tetap siaga. Pukulan lawan membentur net, The Daddies pun menang 29-27.

Baca Juga

1. Kunci Kemenangan Ahsan/Hendra: Fokus!

Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga perdana All England. (Foto: PBSI)

Selepas pertandingan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengaku lega lantaran bisa menaklukkan ganda China, Liang Wei Keng/Wang Chang yang sangat ambisius.

Meski pasangan China melakukan psywar hingga mengulur-ulur waktu di lapangan, Ahsan mengaku tidak masalah karena ia bisa mengontrol fokusnya dengan baik.

"Pastinya mengucap syukur alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan ini. Lawan bermain sangat bagus, sangat tidak mudah bagi kami," ucap Ahsan usai pertandingan.

"Kami tidak terlalu memikirkan saat lawan coba mengulur-ulur waktu, kami hanya fokus pada komunikasi kami berdua, komunikasi dengan pelatih."

"Kami coba tampil maksimal di poin-poin kritis itu. Kami tidak tahu siapa yang bakal menang, karena kami hanya berupaya, dan alhamdulillah kami bisa menang," ujarnya.

Baca Juga

Sebagai pemain berpengalaman, Hendra Setiawan juga mengaku bisa mengontrol fokus dengan baik, ditambah pula dengan peringatan dari dua pelatih di tepi arena.

"Walaupun tadi sudah unggul, kami tetap harus fokus. Lawan juga tidak mau kalah kan jadi kami fokus poin demi poin, tidak ada berfikir sudah unggul lalu tersusul."

Baca Juga

"Di game ketiga, pelatih juga mengingatkan kami untuk mengatur tempo permainan," lanjut Hendra Setiawan lagi.

"Jangan kencang-kencang terus, karena mereka semakin kita main kencang, mereka malah semakin kencang juga. Jadi jaga dan kontrol emosinya yang penting," imbuhnya.

Dengan kemenangan atas Liang/Wang, Ahsan/Hendra melaju ke final All England untuk yang keempat kalinya. Lawan mereka di final adalah Fajar Alfian/Rian Ardianto.

Baca Juga

Baca berita sepakbola dan olahraga lainnya di Google News.

All EnglandHendra Setiawan/Mohammad AhsanMohammad Ahsan/Hendra SetiawanBulutangkisahsan/hendraBerita BulutangkisLiang Wei Keng/Wang Chang

Berita Terkini