x

Geger, Ratu Bulutangkis Skotlandia Diancam Dibunuh Usai Kalah dari Gregoria Mariska

Senin, 3 April 2023 11:13 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Isman Fadil
Ratu bulutangkis Skotlandia, Kirsty Gilmour mendapatkan ancaman pembunuhan dan pemerkosaan usai kalah dari Gregoria Mariska.

INDOSPORT.COM – Ratu bulutangkis Skotlandia, Kirsty Gilmour mendapatkan ancaman pembunuhan dan pemerkosaan usai kalah dari Gregoria Mariska.

Melansir dari BBC, fakta yang membuat geger dunia bulutangkis ini diungkapkan langsung oleh Kirsty Gilmour.

Tunggal putri Skotlandia itu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pesan pelecehan dan ancaman pembunuhan usai gagal di dua turnamen terakhir.

Ancaman tersebut ia dapatkan dari para penjudi yang kehilangan uangnya karena kalah saat mempertaruhkan namanya terutama saat di ajang Swiss Open 2023.

Tercatat Kirsty Gilmour sudah dua kali kalah dari Gregoria Mariska, yakni dengan skor 10-21 dan 19-21 di perempat final Swiss Open 2023.

Baca Juga

Kemudian langsung tersingkir di babak pertama dengan skor 19-21 dan 12-21 atas Gregoria di ajang Spain Masters 2023.

Kekalahan ini membuat para penjudi yang mempertaruhkan namanya kesal, dan memberikan ancamanan anonim kepadanya.

Baca Juga

Hal mengerikan ini sampai membuat Gilmour melaporkannya ke polisi setempat agar kasus ancaman dan pelecehan kepadanya segera diusut.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan fakta miris lainnya. Yakni bahwa sejatinya ancaman tersebut ialah hal yang sudah sering terjadi pada pemain.

Pasalnya, menurut Kirsty Gilmour yang dikalahkan oleh Gregoria Mariska, bahwa sejumlah fans maupun penjudi merasa kesal jika jagoannya kalah, dan langsung menyerang para pebulutangkis dengan komentar kasar.

Baca Juga

1. Pebulutangkis Kerap Jadi Samsak Ujaran Kebencian

Pebulutangkis tunggal putri Skotlandia, Kirsty Gilmour.

Menurut Kirsty Gilmour, ujaran kebencian itu hampir selalu berasal dari akun anonim, yang biasanya kalah taruhan dan langsung mengirimkan pesan ancaman.

“Komentar ini selalu berasal dari akun anonim, tidak ada foto maupun pengikut. Tebakan saya ialah mereka bertaruh dan kalah, lalu mereka memutuskan untuk mencaci maki saya,” ucap Kirsty Gilmour.

“Kebanyakan dari mereka tidak menonton pertandingan dan tahu tentang bulutangkis. Mereka bertaruh secara acak dan jika hasilnya tidak sesuai keinginan, mereka menghujat para atlet,” tambahnya.

Meski mengaku telah terbiasa dengan ujaran kebencian, namun hal tersebut tidak pernah bisa dihadapi dengan mudah oleh Kirsty Gilmour.

“Syukurlah saya masih bisa mengontrol emosi, kadang saya hanya menertawakan mereka, terutama yang menyuruh saya untuk pensiun. Namun saat dihujat usai ajang seperti Olimpiade yang membutuhkan latihan panjang itu bukan sesuatu yang mudah,” jelasnya.

Baca Juga

Selanjutnya ia mengatakan bahwa hal yang paling menyakiti hatinya ialah jeri payahnya hanya dihargai untuk taruhan semata.

Hingga saat ini Gilmour dan rekan sejawatnya bahkan tak bisa berpikir bagaimana cara menghentikan ujaran kebencian hingga ancaman yang bisa saja benar-benar membahayakan nyawanya.

Baca Juga

Meski sudah melaporkan akun Instagram tersebut, namun ia juga merasa khawatir jika orang-orang malah lebih memberikan perhatian kepada para penghujat.

Sementara itu, Keith Russell selaku Ketua Badminton Scotland mengatakan pihaknya sudah menghubungi Gilmour.

Badminton Skotlandia juga berjanji akan melindung kesehatan mental dan kesejahteraan semua pemain dan staf termasuk Kirsty Gilmour.

Baca Juga
Gregoria MariskaBerita BulutangkisKirsty Gilmour

Berita Terkini