Badminton Lovers Ungkap Alasan di Luar Nalar Performa Jeblok Apriyani Rahayu
INDOSPORT.COM – Badminton Lovers Indonesia mengungkapkan alasan di luar nalar yang menjadi penyebab menurunnya performa Apriyani Rahayu dalam beberapa turnamen terakhir.
Hal ini diketahui dari sejumlah postingan atau diskusi Badminton Lovers di media sosial Twitter pada Sabtu (5/8/23) sore WIB.
Salah Satu Badminton Lovers yakni @selendiipity mencuitkan bahwa dirinya menemukan alasan tak masuk akal mengapa performa Apriyani Rahayu/Siti Fadia menurun baru-baru ini.
Yakni mendapatkan kelakar dari netizen lainnya bahwa menurunnya performa Apriyani Rahayu karena dirinya memiliki tattoo.
“Gue nemu komen yang nyalahin mainnya Apri nurun karena tattoo,” cuit @selendiipity.
Sontak cuitan ini langsung diserbu oleh Badminton Lovers lainnya, yang menanggapinya dengan berbagai respons.
“Gak masuk akal wkwkw bainya tuh otaknya diasah lagi” @un******
“Pikirannya di luar nalar bgt wkwk” @bd******
“Keberatan tatto mungkin dipikir diaaa” @na******
“Hubungannya di mana Ya Allah??? hahhah” @yo*******
Sementara itu, terdapat alasan lain mengapa performa Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti terus menurun.
1. Apriyani Dibekap Cedera
Penurunan performa yang ditunjukkan oleh Apriyani/Fadia karena Apriyani ternyata mengalami cedera di bagian bahunya.
Sebelumnya Apriyani juga sempat mengatakan cedera bahu yang dialaminya memang kambuhan terutama sebelum Swiss Open 2023 kemarin.
Sehingga dirinya kerap merasa baik-baik saja dan nyaman dengan kondisi bahunya, tetapi rasa sakit tersebut bisa datang secara tiba-tiba.
“Sebenarnya cedera ini timbul dan hilang. Terasa tapi terus hilang. Saya seperti tak merasa sakit, tetapi kemudian merasa sakit lagi,” ujar Apriyani dilansir dari PBSI.
Ainur Rohman selaku jurnalis olahraga ternama di Indonesia juga sempat mengungkapkan bahwa cederanya Apriyani memberikan pengaruh besar terhadap performa pasangan tersebut.
“Kapan hari ngobrol sama Eng Hian. Ganda-ganda putri lain di dunia ini, sebenarnya paling khawatir dgn kekuatan smes Apriyani,” cuit Ainur Rohman.
“Dan ketika kualitas smes itu jauh menurun karena efek cedera, maka salah satu senjata andalan terpenting akan tumpul dan tak terlalu menakutkan. Semoga menjalani proses dgn baik, lalu menjadi lebih kuat pd waktunya!” jelasnya.
Baru-baru ini Apriyani/Fadia hanya mampu sampai babak kedua Australia Open 2023, dan memperpanjang catatan cukup buruknya.
Sepanjang 2023 ini, Apriyani/Fadia hanya mampu menjadi semifinalis di Malaysia Open dan Swiss Open 2023 kemarin.