Mertens mengalami gagal jantung dan jatuh pingsan di menit ke-25 saat ia membela timnya di U-21, Lokeren melawan Genk. Tim medis yang ada langsung memberikan pertolongan pertama pada Mertens dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Mertens sempat berjuang untuk bertahan hidup saat dirinya dilarikan ke rumah sakit usai insiden yang terjadi di atas lapangan itu meski ia dalam kondisi koma.
Seperti yang dilansir situs resmi klub Mertens, Sporting Lokeren bahwa Mertens akhirnya meninggal dunia.
Dokter klub, Kris Peeters, mengakui pada Rabu (29/04/15) bahwa situasi Mertens tidak terlihat baik, tetapi pada Kamis (30/04/15) terungkap bahwa pemain telah kehilangan perjuangan untuk bertahan hidup.
“Sesuatu telah terjadi bahwa tidak ada yang bisa menduga atau berani membayangkan. Terlalu cepat, kami mengucapkan selamat tinggal kepada Gregory Mertens,” sebuah pernyataan di situs resmi klub.
“Kami adalah klub sepakbola. Semua orang di dalam dan sekitar klub ini bernafaskan sepakbola. Tapi tiba-tiba sesuatu terjadi dan kami menyadari bahwa sepakbola tetaplah sepakbola. Hari ini waktu yang terjadi seperti itu.”
“Staf medis telah melakukan segalanya untuk menyelamatkan nyawa Mertens, tetapi mereka akhirnya harus mengakui kegagalan mereka. Keluarga sudah rela untuk mengucapkan selamat tinggal.”
“Mertens sudah membela Lokeren selama 1,5 tahun. Tapi dalam waktu singkat, melalui kerendahan hatinya, ia menunjukkan bagaimana menjadi orang yang sangat diperlukan. Sekarang kita harus belajar untuk hidup dengan kehilangan.”
“Kami menyadari bahwa ini adalah saat-saat yang sangat sulit bagi keluarga. Kami menyampaikan pada mereka, atas nama seluruh klub, sebuah belasungkawa tulus kami.”
“Mertens, kami akan merindukanmu!”


