Torabika Soccer Championship 2016

Area Vital Wanita Diduga Jadi Modus Baru Selundupkan Flare

Rabu, 18 Mei 2016 16:19 WIB
Editor:
 Copyright:

Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema Cronus sangat menyayangkan masih adanya penyalaan flare di laga kontra Bhayangkara Surabaya United, Minggu lalu. Padahal, pengamanan secara ketat sudah dilakukan demi mencegah benda-benda terlarang itu masuk ke stadion.

Panpel pun menaruh curiga dengan embusan kabar yang mengarah kepada modus baru penyelundupan flare, yakni memanfaatkan area vital Aremanita.

"Hal itu masih kami selidiki. Kalau benar, ya tidak mungkin match steward kami memeriksa mereka (Aremanita) hingga seluruh badan kan," Kepala UPTD Pemkab Malang itu memaparkan.

"Selama ini untuk suporter wanita pemeriksaan memang tidak seketat Aremania," imbuhnya.

Pemeriksaan secara ketat memang dilakukan para match steward di setiap pintu masuk. Satu per satu suporter diperiksa seluruh badan dan tas yang dibawa. 


Aksi fans Arema Cronus, Aremania.

Insiden yang dilakukan oleh segelintir Aremania itu terjadi di dua menit jelang laga berakhir, tepatnya di tribun sisi selatan. Namun, secara sigap match steward Panpel Arema berhasil memadamkan flare tersebut hingga tidak menimbulkan asap tebal.

"Ternyata masih banyak Aremania yang belum mengerti tindakan mereka itu akan berdampak kembali ke klub," tutur Ketua Panpel Arema Cronus Abdul Haris.

"Berbagai sosialisasi sudah kita lakukan, tapi masih ada saja (flare dan benda-benda terlarang) yang lolos," lanjutnya.

Seperti diketahui, Arema Cronus sudah menanggung akibat dari ulah Aremania yang menyalakan flare saat menjamu Persiba Balikpapan (01/05) lalu. Atas insiden itu, Panpel Arema dikenai sanksi peringatan dan denda Rp 10 juta oleh Komisi Disiplin PT GTS.

43