Legenda Olahraga

Oliver Kahn (PART II): Kegemilangan dan Kegagalan The King

Kamis, 23 Juni 2016 19:00 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:
Kegagalan Piala Dunia 2002 dan 2006

Berhasil membawa Bayern menjadi juara Liga Champions, membuat Kahn termotivasi untuk menorehkan tinta emas bersama timnas Jerman. Ia bermimpi bisa membawa Jerman menjadi juara dunia.

Kesempatan itu datang ketika ajang Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Kahn yang bertindak sebagai kapten membawa Der Panzer melangkah mulus dari babak penyisihan grup.

Kahn berhasil mengantarkan Jerman menjuarai Grup F dan berhak lolos ke babak perdepalan final ditemani Republik Irlandia. Der Panzer berhasil mengumpulkan tujuh poin hasil dua kemenangan dan satu imbang. Jerman berhasil menyingkirkan Kamerun dan Arab Saudi.

Langkah Jerman bersama Kahn makin tak terbendung. Der Panzer berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor 1-0 pada babak perdelapan final. Di perempat final, Der Panzer berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 1-0.

Di semifinal, Kahn berhasil menyingkirkan tuan rumah, Korea Selatan dengan skor 1-0. Der Panzer pun berhak bertemu Brasil.


Oliver Kahn termenung usai Jerman dikalahkan Barsil 0-2 di final Piala Dunia 2002.

Sayang, Kahn gagal membawa Jerman menjadi juara dunia. Der Panzer kalah 0-2 dari Brasil. Gawang Kahn dengan mudahnya dibobol sebanyak dua kali oleh Ronaldo Luís Nazario de Lima.

Kahn gagal menorehkan tinta emas bersama Jerman. Ia kembali bersedih seperti tak percaya kegagalan selalu hinggap dalam dirinya kala berseragam timnas Jerman.

Mengingat, Kahn kembali gagal mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2006. Padahal ketika itu, Jerman bertindak sebagai tuan rumah.

Kahn yang kala itu menjadi pelapis Jens Lehmann mau tidak mau harus puas dengan kegagalan tersebut. Langkah Jerman dihentikan Italia di babak semifinal usai kalah 0-2.

Bak frutasi, Kahn akhirnya memutuskan pensiun dari timnas Jerman. Keputusan tersebut diambil juga atas dasar umurnya yang sudah tak muda lagi, yakni 37 tahun.

139