Keberhasilan Leicester City musim lalu meraih titel Liga Primer Inggris untuk pertama kalinya, tidak lepas dari peran N'Golo Kante. Keberadaan pemain bertinggi 169 sentimeter di lini tengah The Foxes membuat pertahanan tim asuhan Claudio Ranieri sulit ditembus.
Berdasarkan data yang dirilis Squawka, musim lalu Kante membuat 156 intercept, 11 blok dan 68 clearances. Dari 261 tekel yang dilancarkan, sebanyak 125 berhasil tanpa pelanggaran.
Chelsea terkesan dengan penampilannya dan memutuskan untuk membeli gelandang asal Prancis tersebut pada pertengahan Juli lalu. Ketika itu, Chelsea harus menggelontorkan dana sebesar 32 juta poundsterling atau setara dengan Rp547 miliar untuk membeli Kante.
"Saya memilih Chelsea karena sebelumnya telah berbincang dengan pelatih (Conte). Saat itulah saya menyadari kapasitasnya sebagai pelatih dan memutuskan untuk bermain di bawah bimbingannya," ujar pemain berdarah Mali tersebut dikutip dari Sky Sports.
"Sekarang setelah lebih mengenalnya, melihat caranya melatih dan seperti apa dia, saya bisa bilang bahwa Conte seorang pekerja keras dan penuh semangat," lanjutnya.

Pelatih Chelsea, Antonio Conte.
Kante menilai Conte benar-benar mengerti seluruh pemain asuhannya. Selain itu, mantan pelatih Juventus dan timnas Italia tersebut sangat terbuka dalam hal komunikasi dengan pemain.
"Dia mengaku tahu bagaimana saya bermain dan menilai, jika saya bisa menjadi pemain yang penting di tim miliknya. Hal itu yang membuat saya ingin bermain di sini," kata Kante.
"Saya juga sangat menikmati Liga Primer Inggris. Ini juga salah satu faktor yang membuat saya memutuskan untuk tetap bermain di liga ini," ungkap Kante.
Kante kemungkinan akan kembali menjadi andalan lini tengah Chelsea kala menghadapi tuan rumah Watford, dalam laga pekan kedua Liga Primer Inggris di Vicarage Road, akhir pekan nanti. Sebelumnya, Kante tampil sebagai starter kala Chelsea mengalahkan West Ham United dengan skor 2-1.
Penulis: Dery Adhitya Putra