Piala AFF 2016

Ini Alasan Yanto Basna 'Turun Level' Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Jumat, 16 Desember 2016 13:29 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Sejak 4 laga uji coba sebelum Piala AFF 2016 dan di 3 laga pertandingan grup A, pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl selalu mengandalkan duet Fachrudin dan Yanto Basna di jantung pertahanan Skuat Garuda.  Posisi keduanya seakan tak tergantikan meski ada pemain bertahan lainnya.

Namun, duet tersebut mulai tergerus akibat akumulasi kartu di laga pertama semifinal melawan Vietnam.

Saat itu, pelatih Alfred Riedl mencoba memasang Hansamu Yama dan Manahati Lestusen, hasilnya kolaborasi kedua pemain yang sempat menghuni bangku cadangan tersebut justru sangat apik dan membantu Timnas Indonesia menang 2-1 atas Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor.

Bahkan Hansamu, yang awalnya oleh banyak pihak dinilai menjadi biang keladi cederanya Irfan Bachdim, berhasil mencetak gol.

Duet Yanto Basna dan Fachrudin awalnya selalu menjadi pilihan utama.

Penampilan Hansamu Yama tanpa kompromi itu pun membuat Alfred Riedl kepicut dan terus memainkannya untuk mengggantikan Yanto Basna di laga kedua semifinal maupun di final leg petama kala Indonesia menang 2-1 atas Thailand di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/16) lalu, di mana Hansamu kembali menjadi pahlawan melalui gol sundulannya di menit ke-70.

Perlahan namun pasti Hansamu menyingkirkan Yanto Basna ke bangku cadangan. Keadaan itu pun lantas mendapat reaksi dari mantan pemain nasional, Alexander Pulalo. Ia menilai Yanto Basna seolah kehilangan jati diri dan harus sesegera mungkin belajar untuk bangkit.

Selebrasi gol Hansamu Yama Pranata ke gawang Thailand di laga leg pertama final.

“Yanto Basna saya lihat sepertinya mental dia menurun. Dari pemain inti sekarang jadi cadangan sehingga hal tersebut membuat dia merasa tertekan apalagi penggantinya Manahati maupun Hansamu tampil sangat bagus,” ujarnya kepada INDOSPORT.

“Dia (Yanto Basna) sebenarnya tidak kalah kelas, umurnya masih muda, kalua pun ada kesalahan harusnya dia bisa belajar dan melihat serta mencoba memperbaiki. Intinya terus belajar, jangan mudah puas diri,” tutup mantan pemain yang juga satu kampung dengan Yanto Basna yakni Papua.

2.2K