In Depth Sports

Selain China, Berikut Tiga Negara Asia yang Bakal Rajai Sepakbola Internasional

Minggu, 25 Desember 2016 10:05 WIB
Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Uni Emirat Arab

Pada 2015 lalu, salah satu negara yang disebut-sebut menghasilkan generasi emas ialah Uni Emirat Arab (UEA). Salah satu generasi emas dari UEA yang jadi sorotan ialah Omar Abdulrahman.

Pemain kelahiran Riyadh, Arab Saudi ini bisa dibilang sebagai pemain tersukes di UEA. Selain Omar, ada juga nama Ahmed Khalil. 

Geliat sepakbola dari UEA juga diamini oleh mantan pelatih Timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson. Pria Swedia ini memang pernah melatih di salah satu klub UEA, Al Nasr. 

"Sama halnya di Al Nasr dan Guangzhou R&F. Sepak bola terus berkembang pesat," kata Eriksson seperti dilansir FIFA.com

UEA yang acapkali jadi tuan rumah untuk event-event seperti final Coppa Italia merupakan salah satu strategi federasi sepakbola UEA untuk membangun sepakbola dalam negeri mereka. 

Federasi sepakbola UEA sadar betul kiprah mereka di pentas internasional sangat buruk. Di level Piala Asia, prestasi tertinggi mereka hanya runner up pada 1992 silam. 

Untuk Piala Dunia, UEA hanya baru satu kali lolos ke putaran final yakni di Piala Dunia 1990, itupun langsung kalah di babak pertama. Bahkan pada 2005 silam, UEA mencetak rekor buruk yakni alami kekalahan terbesar, kalah 0-8 dari Brasil. 

Lambat laun sepakbola UEA terbantu karena banyaknya bangsawa negeri ini yang menanam investasi di sejumlah klub top Eropa. Paris Saint Germain (PSG) jadi klub top Eropa yang dimiliki oleh Syeikh Mansour, milioner dari Uni Emirat Arab. 

Liga-liga di UEA pun mulai melirik mantan-mantan pemain bintang Eropa, Alessandro Del Piero hingga Diego Maradona pernah mengais uang di sepakbola UEA. Apa efeknya untuk perkembangan sepakbola negeri ini? 

Sama dengan China ataupun Qatar, meski dimudahkan dalam hal dana, federasi sepakbola UEA membangun Timnas mereka dari level pemain muda. Teranyar, bekersajasama dengan FIFA, UEA akan mengadakan festival untuk menyaring 100 bibit muda berbakat dari lapangan hijau. 

"Semua bakat akan kami pantau dan kami perhatikan," kata  Balhassan Malouch, direktur departemen teknis federasi sepakbola UEA seperti dilansir dari uaefa.ae

Federasi sepakbola UEA memang memiliki program bernama Football Association Academy (FAA) untuk menjaring bibit muda di UEA. Program ini bahkan baru saja bekerjasama dengan Professional Football Scouts Association (PFSA) dari Inggris. 

Nantinya kerjasama ini akan menghasilkan kajian lengkap dari perkembangan pemain muda di UEA, kajian itu di dapat dari semua pemain muda UEA yang bermain di semua level kompetisi. Sekedar informasi, PFSA didukung penuh oleh mantan pesepakbola terkenal Inggris, seperti Ryan Giggs. 

1.8K