Kartini di Arena Olahraga

Wiwi Kusdarti, Sang Kartini di Sepakbola Wanita

Jumat, 21 April 2017 20:25 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:
Bermula dari Hobi

Wiwi Hadhi Kusdarti tak berniat melawan fitrah perempuan saat mengirimkan surat pembaca yang dimuat surat kabar ternama di Jawa Barat, pada 16 Januari 1969 silam. Niatnya semata-mata ingin menyalurkan hobi bermain bola yang diwariskan sang ayah, Ir Kadarisman, yang pada masanya, menjadi satu dari dua pemain pribumi dalam sebuah klub Belanda di masa kolonial.

Semasa duduk di bangku sekolah setingkat SMA dulu, Wiwi juga tak jarang ikut bermain sepakbola dengan teman-teman sekolahnya. Kala itu, teman sekelasnya didominasi murid laki-laki, dengan dua orang saja murid perempuan, termasuk Wiwi. Tak heran setelah membaca wacana pembentukan tim sepakbola wanita di media, Wiwi pun mengirimkan surat pembaca dan mendorong agar wacana tersebut segera direalisasikan.

"'Oleh sebab itu, saya mengajak kaum wanita Indonesia, terutama yang berada di Bandung ini yang berminat dalam lapangan sepakbola, untuk bersama-sama membentuk kesebelasan dan berlatih, misalnya di bawah pimpinan Persib sendiri,'" tulis Wiwi dalam surat pembaca tertanggal 16 Januari 1969.

© Gema Trisna Yudha/Indosport
Wiwi H Kusdarti, pelopor sepakbola wanita Indonesia Copyright: Gema Trisna Yudha/IndosportSurat pembaca Wiwi H Kusdarti yang mendorong pembentukan tim Sepakbola Wanita.

"Aku padahal ingin sekali maen, tapi siapa temennya. Makanya saya bikin pikiran pembaca di koran," kata Wiwi saat ditemui INDOSPORT di kediamannya di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Umpan balik dari Wiwi ini ditangkap pimpinan klub sepakbola Putra Priangan, H. Mahdar, yang klubnya berada di bawah Persib. Pada masa itu, Persib memayungi sejumlah klub pribumi yang berada di wilayah Bandung.

Mahdar dan Persib tahu pembentukan tim sepakbola wanita akan menimbulkan banyak tentangan. Hanya saja, tekad Wiwi yang menyatakan siap menanggung segala risiko, membuat mereka akhirnya resmi membentuk kesebelasan sepakbola wanita pertama di Indonesia, Putri Priangan, pada 5 Februari 1969. Wiwi mendapat nomor punggung 10 dan menempati posisi sayap kiri dalam formasi 5-3-2 yang kerap dimainkan pelatih.

132