Liga 1

Ini Jawaban Manajemen Persib Soal Tagar Unfollow Persib

  • Persib Bandung sempat dilanda tagar ‘unfollow Persib’ menyusul kekecewaan Bobotoh terhadap manajemen.
  • Lantas, hal itu pun langsung ditanggapi manajemen Maung Bandung.
Jumat, 18 Agustus 2017 21:00 WIB
Kontributor: Gita Agiet | Editor: Ramadhan
© Muhammad Ginanjar/INDOSPORT
Media officer tim Persib Bandung, Irfan Suryadiredja. Copyright: © Muhammad Ginanjar/INDOSPORT
Media officer tim Persib Bandung, Irfan Suryadiredja.

Persib Bandung tengah dirundung masalah. Tidak hanya terdampar di posisi ke-12 klasemen sementara Gojek Traveloka Liga 1 2017, namun tim berjulukan Maung Bandung ini mulai ditinggalkan para suporter fanatiknya.

Terlihat, suporter yang dijuluki Bobotoh ini mendeklarasikan gerakan dengan tagar alias tanda pagar 'unfollow Persib' di berbagai jejaring media sosial baik facebook, twitter, maupun instagram.

Kabarnya gerakan tersebut terjadi karena sikap manajemen Persib yang dianggap tidak memperhatikan Bobotoh dan lamban dalam mengurus klub. Akibatnya prestasi di Liga pun menurun.

© Ghozi El-Fitra/INDOSPORT
Pendukung Persib Bandung, Bobotoh dan Viking. Copyright: Ghozi El-Fitra/INDOSPORTPendukung Persib Bandung, Bobotoh dan Viking.

Tidak hanya itu, Bobotoh juga merasa malu dengan perkataan suporter tim lain yang menyebutkan bahwa Persib merupakan 'Anak Emas'. Alasannya karena Persib dianggap selalu diuntungkan oleh regulasi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2017.

Media Officer Persib Bandung Irfan Suryadiredja mengatakan seharusnya Bobotoh tidak perlu melakukan tindakan tersebut. Justru pihaknya mengajak Bobotoh untuk berdiskusi dengan mengeluarkan segala aspirasinya di kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang terletak di Sulanjana, Bandung.

© INDOSPORT/Ghozi El-Fitra
Caption Copyright: INDOSPORT/Ghozi El-FitraPendukung Persib Bandung, Bobotoh.

"Perbuatan itu muncul karena mendapatkan informasi. Nah seharusnya informasi itu dikaji dulu kebenarannya. Silahkan datang ke kantor Persib untuk meminta konfirmasi. Daripada menulis di media sosial. Kalau media sosial itu enggak benar berati kan jadi dosa,” ujar Irfan, Jumat (18/08/17).

Sementara untuk julukan ‘Anak Emas’, Irfan mengaku tidak setuju. Sebab sejauh ini Persib Bandung sendiri berada di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga.

"Denda juga sekarang hampir Rp680 juta. Ada enggak klub lain seperti itu? Apakah itu disebut anak emas?” tanyanya.

© Gita Agiet/INDOSPORT
Michael Essien (tengah/gelandang Persib Bandung) menggendong rekan setimnya, Febri Hariyadi (kiri). Copyright: Gita Agiet/INDOSPORTMichael Essien (tengah/gelandang Persib Bandung) menggendong rekan setimnya, Febri Hariyadi (kiri).

Irfan mengerti perkataan ‘Anak Emas’ berasal dari suporter tim lain. Namun sebaiknya Bobotoh tidak turut serta. “Kenapa permasalahan sekarang Persib anak emas kok oknum Bobotoh jadi ikut-ikutan ya? Padahal itu dihembuskan dari pihak luar," katanya.

Untuk itu, Irfan hanya berharap agar Bobotoh bisa lebih pintar dalam menerima informasi yang didapat. Sehingga tidak salah dalam penafsiran.

"Harusnya dikaji dulu ditelaah dikonfirmasi betul enggak selama ini tuduhan-tuduhan itu?" harapnya.