In-depth

Meniti Jejak Tarung Klasik Persija vs PSMS

Selasa, 6 Februari 2018 16:27 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
PSMS Medan dan Persija Jakarta. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
PSMS Medan dan Persija Jakarta.

Laga panas akan kembali muncul di babak semifinal Piala Presiden 2018, melihat Persija Jakarta yang akan berhadapan dengan PSMS Medan. Dua klub tersebut rupanya punya catatan laga bersama kala mereka masih berada di Liga Super Indonesia musim 2011/2012 lalu. 

Persija dipastikan lolos ke babak semifinal usai mereka berhasil melengserkan Mitra Kukar dengan skor 3-1 dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan, Solo beberapa waktu lalu. Kemenangan berhasil diraih dari gol Marko Simic dan Bambang Pamungkas. 

© Istimewa
Persija vs PSMS Medan. Copyright: IstimewaPersija vs PSMS Medan.

Begitu pula PSMS Medan yang dengan perkasa berhasil menang atas rival mereka di final Liga 2 musim 2017 lalu, Persebaya Surabaya. Keduanya sempat beradai pada posisi imbang hingga waktu normal laga. Namun, lewat drama adu penalti, PSMS mampu unggul dari Bajul Ijo.

PSMS Medan pernah mengawali musim 2011/2012 lalu dengan laga sengit melawan Persija Jakarta. Laga berakhir dengan skor imbang 3-3. Kala itu adalah laga tandang Persija ke kandang PSMS. Namun Persija kembali memperbaiki catatan dengan menang atas PSMS dalam laga pertemuan kedua mereka di kandang Persija dengan skor 1-0.

© Istimewa
Persija vs PSMS Medan. Copyright: IstimewaPersija vs PSMS Medan.

Pertemuan antara PSMS Medan dan Persija sendiri memang masuk dalam salah satu laga El Clasico, jika diurutkan dari sejarah pertemuan mereka untuk pertama kalinya pada tahun 1952. Kala itu, tercatat Persija membantai PSMS dengan dengan skor 4-0. Pencapaian terbaik berhasil diraih oleh Persija dengan menempati peringkat kedua usai kemenangan atas PSMS tersebut. Sedangkan PSMS sendiri harus puas berada di posisi kelima. 

Keduanya kembali bertemu di Stadion IKADA pada 26 Desember 1954 silam, seperti dilansir Poestahadepok. Kala itu, PSMS dan Persija meraih poin yang sama usai sama-sama sempat menekuk Persibaja dalam Kejuaraan Antar Perserikatan 1953/1954 silam. 

© Istimewa
Stadion IKADA  Djakarta 1955. Copyright: IstimewaStadion IKADA Djakarta 1955.

Usai laga terakhir keduanya, PSMS dipermalukan 4-0 oleh Persija, klub Medan tersebut berjuang membela harga diri mereka. Namun tak disangka-sangka, laga keduanya menjadi memanas karena pihak PSMS yang menilai Persija mula menampakan gaya permainan yang kasar.

Tercatat Manajer PSMS yang kala itu, Musim Harahap melihat pemain-pemain andalannya Jusuf Siregar dan Abdul Kadir terkena pelanggaran dari para pemain Persija saat tengah menggiring bola menuju gawang lawan mereka. Pelanggaran tersebut bahkan tak berbuah sanksi sama sekali. 

Kondisi yang memanas tersebut rupanya memang murni dinilai lahir dari sikap wasit yang nampak begitu berpihak pada Persija. Hal itu tak membuat PSMS memusuhi Persija. Kemenangan pun berhasil diraih oleh Persija dalam laga pamungkas tersebut. 

Bahkan, Persija sendiri menyadari bahwa kesalahan muncul murni dari wasit, hingga mereka menawarkan laga ulang untuk PSMS Medan. Tawaran yang awalnya tak begitu ditanggapi oleh PSMS rupanya berubah menjadi laga serius. Menjadi bukti bahwa sportifitas benar-benar dijunjung dalam laga sepakbola Indonesia.

Pertemua mereka kembali di ajang turnamen pramusim Piala Presiden 2018 ini tentunya akan membangkitkan ingatan betapa laga antara keduanya tersebut di babak semifinal akan sama sengitnya dengan perjalanan pertandingan mereka yang tercatat dalam sejarah sepakbola tanah air.

722