Liga Indonesia

Cerita PSIS Semarang Yang Harus Mengungsi di Awal Promosinya ke Liga 1

Jumat, 16 Februari 2018 21:35 WIB
Kontributor: Ghozi El Fitra | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Indosport/Ian Setiawan
Skuat PSIS Semarang. Copyright: © Indosport/Ian Setiawan
Skuat PSIS Semarang.

PSIS Semarang berhasil finish di urutan ketiga Kompetisi Liga 2 musim 2018. Tim itu berhasil finis di belakang Persebaya dan PSMS medan yang berada di urutan pertama dan kedua.

Menenmpati urutan ketiga PSIS berhak untuk promosi ke Liga 1 di musim 2018 ini. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu kembali promosi setelah bertahun-tahun berada di kasta kedua sepakbola nasional.

© Arif Rahman/INDOSPORT
Suporter PSIS Semarang tampak memenuhi stadion GBLA. Copyright: Arif Rahman/INDOSPORTPSIS Semarang berhasil promosi ke Liga 1 musim 2018.

Euforia atas promosi tersebut sangat dirasakan baik di tubuh tim maupun suporter PSS yang tergabung dalam kelompok suporter Snex dan juga Panser Biru. Mereka berbangga hati karena tim kesayangannya kembali berada di jajaran tim elit yang ada di Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu euforia itu seketika berubah setelah PSIS mengungsi dari Jawa Tengah ketika melakoni kompetisi musim ini.

Cerita mengungsinya PSIS dari Jawa Tengah bermula ketika renovasi Stadion Jatidiri Semarang. Renovasi yang dilakukan, secara otomatis membuat stadion itu tidak bisa digunakan selama beberapa waktu ke depan.

Manajemen tak kurang akal Stadion Kebondalem Kendal dan juga Magelang menjadi alternatif sebagai kandang mereka. Pilihannya karena kedua tempat itu dekat dengan kota Semarang yang pasti masih menjadi basis massa pendukung PSIS.

© Gregah/INDOSPORT
Tribun selatan Jatidiri sudah rampung sekitar 60 persen. Copyright: Gregah/INDOSPORTStadion Jatidiri yang merupakan kandang PSIS tengah direnovasi.

Sayang, kenyataannya stadion itu tidak memenuhi syarat dan PSIS harus mencari alternatif stadion. Ada dua tempat yang dipilih yakni stadion Gelora Bumi Kartini yang ada di Jepara dan juga stadion Manahan yang ada di kota Solo.

Stadion itu dinilai cukup representative digunakan oleh PSIS. Akan tetapi izin keamanan atas penggunaan stadion itu oleh tim PSIS tidak diperkenankan. Sehingga mereka tidak bisa menggelar pertandingan kandang di dua tempat tersebut.

Setelah dua tempat tersebut tidak bisa digunakan maka pupus sudah harapan PSIS Semarang untuk bermain di Jawa Tengah. Tidak ada lagi Stadion yang representative dan digunakan untuk kompetisi Liga 1.

Akhirnya PSIS harus keluar dari Jawa Tengah dan menggunakan Stadion Maguwoharjo Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kandang mereka. Penggunaan stadion di provinsi tetangga itu secara tidak langsung akan memberikan kerugian yang tidak sedikit bagi PSIS.