Liga Inggris

Dukung Kemerdekaan Catalan, Guardiola Dapat Sanksi FA

Sabtu, 24 Februari 2018 02:26 WIB
Penulis: Wira Wahyu Utama | Editor: Juni Adi
© Getty Images
Pep Guardiola saat bertemu dengan awak media dengan memakai pita kuning di bagian dada. Copyright: © Getty Images
Pep Guardiola saat bertemu dengan awak media dengan memakai pita kuning di bagian dada.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola dianggap melanggar aturan sepakbola Inggris karena mengenakan pita kuning di laga melawan Wigan beberapa waktu lalu, yang merupakan simbol dukungan politik menurut FA.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Guardiola, yang mengaku kalau pita tersebut digunakannya sebagai bentuk dukungan kepada Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart, dua anggota parlemen Catalunya yang dipenjara pada November 2017 lalu, yang lantang menyuarakan Catalan berpisah dengan Spanyol.

"Pep Guardiola telah dihukum karena mengenakan atribut yang mengandung unsur politik, secara spesifik yaitu pita kuning, yang melanggar aturan FA," demikian bunyi pernyataan FA.

Mantan pelatih Barcelona ini memiliki waktu sampai Senin (050/3/18) waktu setempat, untuk menanggapi tuntutan tersebut. FA sendiri mengaku jika pihaknya telah berbicara dengan Guardiola terkait masalah ini pada Desember lalu.

© Getty Image
Oriol Junquera, Pep Guardiolam dan Carles Puigdemont Copyright: Getty ImageOriol Junquera, Pep Guardiolam dan Carles Puigdemont

Pelatih berusia 47 tahun itu sendiri tak ingin berhenti memakai pita itu sebelum politisi yang dipenjara dibebaskan, dan mengizinkan Catalunya merdeka.

"Semoga cepat atau lambat saya bisa berhenti memakainya (pita). Semua politisi yang dipenjara, saya harap mereka bisa pergi dan segera pulang ke rumah untuk kumpul bersama keluarga mereka dan terus menjalani kehidupan yang layak mereka dapatkan." ujarnya seperti dikutip dari BBC. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%