Liga Indonesia

Bila Kejadian Bruno Silva Terulang, Ini Pertolongan Pertama yang Wajib Dilakukan

Sabtu, 24 Februari 2018 17:21 WIB
Penulis: Fery Andriawan | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Tribun News
Bruno Silva alami patah leher dan gegar otak. Copyright: © Tribun News
Bruno Silva alami patah leher dan gegar otak.

Laga perdana Piala Gubernur Kaltim antara PSIS Semarang vs Arema FC berlangsung ketat. Dalam pertandingan itu, Laskar Mahesa Jenar dapat mengunci kemenangan lewat adu pinalti. Sayangnya, ada sebuah insiden memilukan ketika penyerang anyar PSIS, Bruno Silva mendapatkan hadangan keras dari bek lawan, Arthur Cunha.

© Youtube
Bruno Silva saat latihan Copyright: YoutubeBruno Silva saat latihan

Kejadian fatal tersebut terjadi di menit ke-81 dan membuat penyerang klub asal PSIS tersebut terkapar tidak berdaya. Ironisnya lagi, mantan pemain Botafogo itu terjatuh dengan keadaan kepalanya terbentur ke tanah terlebih dahulu. Setelah dilakukan pengecekan, Bruno mengalami Gegar Otak.

Benturan keras memang sangat identik dalam dunia sepakbola. Oleh karena itu, setiap pemain memang mempunyai resiko yang amat besar. Jika insiden tersebut kembali terjadi, pertolongan pertama perlu dilakukan agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

© Tribun News
Bruno Silva alami patah leher Copyright: Tribun NewsBruno Silva alami patah leher

Gegar otak sendiri terjadi karena benturan di bagian kepala hingga leher. Benturan tersebut akan sangat membahayakan apabila otak menghantam bagian tengkorak manusia. Akibat terburuk yang biasa terjadi pada hal ini adalah kematian.

Beberapa gejala seperti berbicara tidak jelas, mual, hingga amnesia jangka pendek harus diwaspadai karena itu bisa mengindikasikan cedera kepala serius.

Perawatan medis memang harus segera dilakukan. Namun apabila kepepet, para pemain yang ada di lapangan juga bisa membantu dengan cara melihat apakah ada pendarahan.

Jika iya, bisa menekan pusat luka agar tidak semakin parah. Kemudian, kompres es juga wajib dilakukan pada bagian yang bengkak. Tips-tips itu harus terus dilakukan sambil meraba denyut nadi untuk memastikan kesadaran pemain yang cedera. 

222