Banyak pekerjaan yang harus ditanggung oleh manajemen PSM Makassar sebelum bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2018. Setelah diverifikasi pada awal Februari lalu oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga, Stadion Andi Mattalatta Makassar meninggalkan beberapa catatan negatif.
PT LIB mencatat ada beberapa aspek yang harus diperbaiki dari stadion yang dibangun pada medio 1950-an dengan kepemilikan oleh Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) itu. Aspek-aspek tersebut diantaranya adalah atap tribun yang masih ada kebocoran, area teknikal bench yang masih ada genangan air jika hujan, akses wasit, perangkat pertandingan dan tim tamu (security), juga yang paling disoroti adalah penerangan lampu stadion.
Wajah baru Stadion Andi Mattalatta Makassar.Penerangan lampu stadion sendiri dikatakan adalah hal yang paling krusial yang harus segera diperbaiki. Pada musim 2018 ini, PT LIB menetapkan bahwa kapasitas penerangan lampu stadion adalah minimal 800 lux. Sedangkan, Stadion Andi Mattalatta hanya memiliki kapasitas penerangan sekitar 300 lux. Untuk itu, manajemen PSM pun dipaksa bergerak cepat.
Wajah baru Stadion Andi Mattalatta Makassar.Setelah verifikasi yang dilakukan PT LIB itu, manajemen PSM mulai menyicil sedikit demi sedikit untuk memperbaiki stadion bersejarah bagi publik Makassar itu. Seperti pengecatan pada tribun stadion yang sebelumnya terlihat kumuh, kini telah dicat sehingga menimbulkan kesan Stadion Andi Mattalatta seperti baru kembali.
Wajah baru Stadion Andi Mattalatta Makassar.Selain itu, manajemen PSM yang bekerja sama dengan salah satu produsen lampu Phillips pun telah mendapatkan stok lampu untuk kemudian dipasang di Stadion Andi Mattalatta. Sebelumnya, PSM kesulitan untuk menemukan stok lampu tersebut lantaran lampu yang dipakai adalah model lama yang sudah tidak diproduksi lagi.
Perlahan-lahan pun PSM mulai bisa bernafas lega. Mereka yang sebelumnya terancam untuk menjadi tim musafir pun kini optimistis bahwa Stadion Andi Mattalatta akan lolos verifikasi lanjutan dan mereka tetap berkandang di Makassar.