Bursa Transfer

Nilai Transfer Meroket, Bos Munchen Salahkan Dua Klub Ini

Kamis, 2 Agustus 2018 15:10 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor: Yohanes Ishak
© Moshlab
Logo PSG. Copyright: © Moshlab
Logo PSG.
Dukungan Keuangan Kuat Dari Investor

Saat PSG ingin memboyong Edinson Cavani dari Napoli tahun 2013 dengan harga transfer nyaris Rp1 trilyun, pemilik klub yang bermarkas di Stadion Sao Paolo Aureli de Laurentis mengatakan bahwa hanya klub "gila" yang berani keluar uang sebesar itu.

Tetapi, PSG memang "gila". Penyerang asal Uruguay ini akhirnya benar-benar pindah dan menjadi idola di klub kaya ibu kota Prancis tersebut.

Kegilaan PSG terus berlanjut saat memboyong Neymar dari Barcelona tahun lalu dengan banderol 222 juta Euro. Barcelona pun menuding bahwa tak mungkin PSG berani keluar uang sebesar itu tanpa melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) yang membatasi pengeluaran agar jangan sampai rugi dan menunggak gaji pemain.

Kehadiran orang-orang kaya yang membeli klub sepakbola seperi Roman Abramovich (Chelsea) dan Sheikh Mansour (Manchester City) mengubah wajah sepak bola. Mereka bisa membeli siapapun dari manapun yang mereka mau untuk membentuk tim yang kuat.